Ringkasan Berita
- Iran menyindir Amerika Serikat di media sosial setelah tuan rumah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan membandingkan hasil imbang mereka melawan Belgia dengan kekalahan telak AS.
- Iran mengklaim mengalami perlakuan tidak adil selama turnamen, termasuk penolakan visa untuk 11 delegasi dan kewajiban bermarkas di Tijuana, Meksiko, yang menyebabkan beban perjalanan berat.
- Kapten Iran Mehdi Taremi mengkritik FIFA dan penyelenggara AS, menyebut turnamen ini 'bencana' dan menuding ada pembiaran atas represi terhadap timnya.
- Meski gagal melaju ke babak gugur, Iran menutup fase grup tanpa kekalahan, yang menjadi dasar sindiran mereka terhadap performa AS.
- Insiden komunikasi Presiden AS Donald Trump dengan Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menimbulkan spekulasi, meski FIFA membantah terkait dengan pencabutan hukuman penyerang AS Folarin Balogun yang tetap bermain namun tak cegah kekalahan.
BANSGAONLINE.com - Timnas Iran menyindir Amerika Serikat setelah tim tuan rumah tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah telak 1-4 dari Belgia, Selasa (7/7/2026).
Sindiran tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram Stories akun resmi Timnas Iran, @teammellifootball, yang membandingkan hasil pertandingan Iran melawan Belgia dengan capaian Amerika Serikat menghadapi lawan yang sama.
BACA JUGA:Respons Pernyataan Presiden Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Tak Akan Pernah Kembangkan Senjata Nuklir
Pada fase grup, Iran mampu menahan imbang Belgia tanpa gol. Sementara itu, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia dengan skor 1-4 di babak 16 besar.
Sebelum pertandingan melawan Belgia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui sempat melakukan komunikasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Halaman:










