Ringkasan Berita
- Iran menyindir Amerika Serikat di media sosial setelah tuan rumah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan membandingkan hasil imbang mereka melawan Belgia dengan kekalahan telak AS.
- Iran mengklaim mengalami perlakuan tidak adil selama turnamen, termasuk penolakan visa untuk 11 delegasi dan kewajiban bermarkas di Tijuana, Meksiko, yang menyebabkan beban perjalanan berat.
- Kapten Iran Mehdi Taremi mengkritik FIFA dan penyelenggara AS, menyebut turnamen ini 'bencana' dan menuding ada pembiaran atas represi terhadap timnya.
- Meski gagal melaju ke babak gugur, Iran menutup fase grup tanpa kekalahan, yang menjadi dasar sindiran mereka terhadap performa AS.
- Insiden komunikasi Presiden AS Donald Trump dengan Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menimbulkan spekulasi, meski FIFA membantah terkait dengan pencabutan hukuman penyerang AS Folarin Balogun yang tetap bermain namun tak cegah kekalahan.
Infantino membantah bahwa komunikasi tersebut berkaitan dengan protes kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat menghadapi Bosnia.
Meski demikian, FIFA kemudian membatalkan hukuman larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepada Balogun sehingga sang penyerang tetap dapat tampil menghadapi Belgia.
BACA JUGA:Respons Pernyataan Presiden Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Tak Akan Pernah Kembangkan Senjata Nuklir
Balogun akhirnya dimainkan dalam laga tersebut, namun tidak mampu membantu Amerika Serikat menghindari kekalahan telak dari Belgia.
"Menarilah bersamaku," tulis Timnas Iran di Instagram Stories merespons kekalahan Amerika Serikat.
Halaman:










