Bakar Sekam Lalu Ditinggal, Kandang Sapi Warga Sumenep Ludes Terbakar

SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Kandang sapi milik warga Desa Poreh, Kecamatan Lenteng ludes terbakar setelah pemiliknya membakar sekam lalu meninggalkannya, Senin (14/9/2026) pagi.

Kebakaran tersebut bermula ketika pemilik kandang, Sahrih, membakar sekam di sekitar kandang sebelum kemudian ditinggal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sumenep mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran melalui Call Center 112 pada pukul 09.42 WIB.

“Setelah menerima laporan, Tim Damkar langsung berangkat ke lokasi pada pukul 09.44 WIB dengan membawa tiga unit armada Damkar,” ungkapnya, Senin (14/9/2026).

Sugik menyampaikan, sebanyak delapan personel Tim Damkar Satpol PP Sumenep dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

“Pada pukul 10.07 WIB, tim kami sampai di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Saat kami baru datang, kobaran api sangat besar. Bahkan sampai membakar pepohonan yang ada di sekitarnya,” imbuhnya.

Beberapa menit kemudian, Tim Damkar berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api.

Setelah pemadaman selesai, petugas kembali memeriksa kondisi kandang untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.

“Setelah api padam, tim mengecek kembali kondisi kandang karena khawatir masih ada bara api yang tersisa,” bebernya.

Pada pukul 10.24 WIB, tim memastikan kondisi di lokasi aman dan api telah benar-benar padam.

Lebih lanjut, Sugik menerangkan kebakaran tersebut terjadi setelah pemilik membakar sekam di sekitar kandang dan kemudian meninggalkannya.

Kebakaran kandang tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga di sekitar rumah korban.

“Akibat dari kebakaran tersebut, kandang sapi ludes menjadi debu, atap dapur dan tiga kelinci ikut terbakar. Di kandang tersebut kebetulan sudah tidak ada sapinya, karena seminggu yang lalu sudah dijual,” paparnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

“Sebab, musim kemarau dan angin kencang saat ini dapat memicu kebakaran menyebar luas dengan mudah dan cepat,”pungkasnya (van)