Titik Api Muncul di Hutan Lindung Gunung Butak, Petugas Gabungan Dirikan Posko Darurat

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kemunculan titik api kembali terdeteksi di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Blitar. Kali ini, api ditemukan di kawasan hutan lindung Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ampelgading, tepatnya di lereng selatan Puncak Pitrang dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti tim gabungan dengan melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.

Kapolres Blitar, AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, TNI, Perhutani, dan unsur terkait turut turun ke lokasi untuk memantau titik yang terdeteksi sebagai hotspot.

Berdasarkan hasil pemantauan, titik api terdeteksi dengan tingkat kepercayaan atau confidence level medium di kawasan Puncak Langit. Petugas kemudian menyisir lokasi yang menjadi titik pantauan.

Dari penyisiran tersebut, petugas menemukan kepulan asap serta indikasi adanya api di kawasan Petak 38 RPH Puncak Langit.

"Tim gabungan kemudian langsung melakukan pemadaman dengan peralatan yang dibawa ke lokasi," ujarnya, Sabtu (19/9/2026).

Penanganan tidak mudah karena titik api berada di kawasan hutan dengan medan yang cukup sulit. Kondisi tersebut membuat akses petugas menuju lokasi menjadi terbatas dan proses pemadaman membutuhkan waktu serta upaya lebih.

Untuk membantu mempercepat penanganan, BPBD Kabupaten Blitar berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur guna mendapatkan dukungan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing.

Di sisi lain, kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan Sirah Kencong, Kecamatan Wlingi, telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api.

"Saat ini, fokus penanganan diarahkan ke kawasan Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko. Petugas gabungan dari Polres Blitar, TNI, BPBD, Perhutani, instansi terkait, relawan, hingga komunitas pecinta alam masih bersiaga di lapangan," imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya penanganan jangka panjang, posko darurat Karhutla juga telah didirikan di kawasan Puncak Langit.

"Posko ini  ini difungsikan sebagai pusat koordinasi dan pemantauan kondisi kebakaran di wilayah tersebut," terangnya.

Polres Blitar mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan hutan. Terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian yang berpotensi menjadi sumber api.

Masyarakat yang menemukan asap maupun indikasi titik api baru juga diminta segera melapor kepada petugas. Pelaporan dapat dilakukan melalui Call Center 110 Polri secara gratis.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan mengancam kawasan hutan maupun keselamatan masyarakat. (ina/msn)