BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro sukses melampaui target pengadaan beras tahun 2026 dengan realisasi penyerapan mencapai 84.986 ton setara beras. Capaian positif dari wilayah kerja yang meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan ini turut menjadi penopang utama keberhasilan pengadaan beras secara nasional yang juga menembus target pemerintah.
"Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Bulog Cabang Bojonegoro tercatat mencapai 84.986.648 kilogram atau 104,65 persen dari target sebesar 81.211.670 kilogram. Dengan demikian, pengadaan di wilayah tersebut melampaui target sekitar 3.774 ton setara beras," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Bojonegoro, Umar Said, kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).
Umar menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi erat seluruh pihak dalam mengoptimalkan penyerapan gabah maupun beras milik petani di tiga kabupaten tersebut sepanjang tahun 2026.
"Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukung penyerapan gabah dan beras di wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan," tutur pria yang akrab disapa Umar ini.
Ia menambahkan, tren positif di tingkat daerah ini berbanding lurus dengan capaian Bulog di tingkat nasional. Per 8 Oktober 2026, pengadaan beras Bulog secara nasional telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Angka tersebut mencatatkan rekor penyerapan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya lembaga pangan negara ini.
"Capaian ini juga melampaui pengadaan tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras, sekaligus melewati rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton," imbuhnya.
Lebih jauh Umar menjelaskan, agenda pengadaan beras tidak semata-mata berfokus pada pemenuhan target kuantitatif, melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menyerap hasil panen petani secara maksimal sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
Untuk menjaga kelancaran proses tersebut, Bulog terus memperkuat jaringan pembelian di pusat-pusat produksi, menyiapkan sarana pergudangan yang memadai, serta mempercepat langkah penyerapan tatkala memasuki musim panen raya.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok pangan yang dikelola pemerintah," pungkasnya.
Meski realisasi penyerapan telah menyentuh angka 104,65 persen, Bulog Cabang Bojonegoro berkomitmen untuk terus menjaga ritme penyerapan hingga penutupan tahun anggaran. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, sekaligus mendukung agenda besar pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.










