Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Bulog Bojonegoro Salurkan 8 Ton Beras SPHP dan Minyak Goreng Mur

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro menggelar gerakan pangan murah (GPM) serentak di tiga wilayah kerjanya, yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, Kamis (22/10/2026). Langkah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tingkat masyarakat.

Dalam aksi pangan murah tersebut, Bulog menyalurkan total 8 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), 2 ton beras premium, serta 1.200 liter minyak goreng merek Minyakita.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Umar Said, menegaskan bahwa momentum Hari Pangan Sedunia harus memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan harian.

“Melalui GPM dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, kami ingin memastikan kehadiran negara dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat sekitar,” ujar Umar, Jumat (23/10/2026).

Umar menjelaskan, alokasi distribusi disesuaikan dengan kebutuhan dan agenda pelaksanaan di masing-masing wilayah. Untuk Kabupaten Bojonegoro dialokasikan 2 ton beras SPHP, 2 ton beras premium, dan 600 liter Minyakita.
Sementara di Kabupaten Lamongan menerima alokasi 5 ton beras SPHP dan 360 liter Minyakita. Sedangkan di Kabupaten Tuban 1 ton beras SPHP dan 240 liter Minyakita.

Terkait patokan harga, Bulog menjual beras SPHP seharga Rp57.000 per kemasan (5 kg) dan minyak goreng Minyakita senilai Rp15.500 per liter. Khusus untuk warga Bojonegoro, disediakan pula opsi beras premium merek Setra Ramos dengan harga Rp74.500 per kemasan. 

Pelaksanaan GPM ini merupakan bentuk sinergi strategis antara Bulog dan pemerintah daerah setempat guna merespons dinamika harga komoditas di pasaran, menjaga daya beli masyarakat, serta menekan potensi inflasi daerah.

"Melalui kegiatan ini, Bulog bersama pemerintah daerah berharap ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau dapat terus terjaga. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan," tandasnya. (jku/rev)