BANGSAONLINE.com - Food Coma atau Postprandial Somnolence merupakan istilah medis untuk kondisi lemas dan mengantuk setelah makan. Gejala ini terjadi akibat perubahan sistem pencernaan dan hormon ketika tubuh menerima asupan makanan dalam jumlah besar.
Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan sehingga aliran darah ke otak berkurang. Kondisi ini memicu rasa rileks, kantuk, dan lemas. Selain itu, lonjakan insulin akibat nutrisi yang tidak seimbang juga dapat menimbulkan rasa kelelahan.
Gejala umum Food Coma meliputi kantuk yang sulit ditahan, tubuh terasa berat, konsentrasi menurun, serta mata yang ingin segera dipejamkan. Fenomena ini sering muncul setelah konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, makanan berlemak, atau makanan manis.
Karbohidrat tinggi seperti nasi, mie, dan pasta dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis, sementara makanan berlemak membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Makanan tinggi gula memberi energi sesaat, namun cepat menurun sehingga tubuh kembali lelah.
Kebiasaan berbaring setelah makan juga meningkatkan risiko Food Coma karena memperlambat pencernaan. Untuk mencegahnya, disarankan mengonsumsi makanan dalam porsi secukupnya, menambahkan sayur dan serat, serta memperbanyak protein agar energi lebih stabil.
Selain itu, hindari tidur atau berbaring setelah makan dan lakukan aktivitas ringan untuk membantu pencernaan. Dengan pola makan seimbang dan kebiasaan sehat, Food Coma dapat diminimalkan sehingga tubuh tetap bertenaga setelah makan. (rom)










