MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Karang Taruna Trisula Desa Padangasri yang berhasil menembus tahapan verifikasi lapangan tingkat nasional.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, saat menyambut Tim Juri Nasional pemilihan Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2026, Sabtu (10/9/2026).
Dalam sambutannya, wabup yang akrab disapa dr. Rizal ini menegaskan bahwa tahapan verifikasi lapangan ini menjadi momentum berharga untuk memperlihatkan potensi desa sekaligus karya nyata para pemuda daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya menyampaikan selamat datang kepada tim juri di Desa Padangasri. Terima kasih atas kehadiran dan kesempatan yang diberikan kepada Karang Taruna Trisula untuk mengikuti tahapan verifikasi lapangan ini,” ucapnya.
Makna 'Trisula' dan Slogan Berkat
Dalam kesempatan itu, Rizal menerangkan bahwa nama Trisula berakar dari persatuan tiga wilayah, yaitu Dusun Padangan, Dusun Padangasri, dan Dusun Ngerambut. Perpaduan ini memunculkan nilai kebersamaan yang diikat dalam slogan organisasi: Berkat (Berkarya, Kreatif, Agamis, dan Tanggung Jawab).
“Trisula menjadi representasi dari persatuan, kebersamaan, dan kekuatan pemuda dari seluruh wilayah desa dalam satu wadah organisasi,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut membimbing para pemuda agar tidak sekadar berinovasi, tetapi juga memegang teguh norma moral dan tanggung jawab.
“Ada nilai yang ingin dibangun di dalamnya, yaitu bagaimana anak-anak muda Desa Padangasri dapat berkarya dan berinovasi, tetapi tetap memiliki tanggung jawab serta landasan moral dalam menjalankan setiap kegiatannya. Semangat tersebut telah dibuktikan melalui berbagai kegiatan dan inovasi yang dikembangkan Karang Taruna Trisula,” lanjut dr. Rizal.
Tiga Usaha Unggulan dan Kopi Excelsa
Karang Taruna Trisula terbukti berhasil mengubah potensi lokal menjadi lini bisnis produktif. Saat ini, terdapat tiga produk utama yang mereka kembangkan, yakni manufaktur helm, pembuatan jok, dan pengolahan kopi Excelsa khas Padangasri.
“Khusus untuk kopi Excelsa, ini merupakan potensi yang sangat menarik. Ada potensi yang sangat khas dan tidak dimiliki oleh setiap daerah. Yang lebih penting, potensi tersebut tidak hanya dibiarkan sebagai komoditas, tetapi mulai dikembangkan dan dikelola oleh generasi muda melalui Karang Taruna,” puji Rizal.
Langkah ini membuktikan bahwa peran organisasi kepemudaan dapat melampaui kegiatan sosial dan bertransformasi menjadi penggerak roda ekonomi warga.
“Inilah yang menurut saya menjadi nilai penting dari Karang Taruna Trisula. Karang Taruna tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial dan kepemudaan, tetapi juga mampu melihat potensi lokal, mengembangkan kegiatan ekonomi produktif, dan menciptakan ruang bagi pemuda untuk berkarya,” tegasnya.
Dukungan Penuh APBD Kabupaten Mojokerto
Guna menyokong keberlanjutan bisnis pemuda tersebut, Pemkab Mojokerto mengucurkan stimulus APBD melalui Dinas Sosial berupa fasilitas mesin sangrai (roasting) dan mesin espresso. Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan pendampingan sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga strategi pemasaran digital.
“Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk tidak hanya memberikan apresiasi terhadap kreativitas pemuda, tetapi juga menghadirkan dukungan nyata agar potensi yang sudah tumbuh dapat terus berkembang dan memiliki keberlanjutan,” paparnya.
Rizal mengatakan bahwa indikator keberhasilan suatu program adalah kebermanfaatannya secara riil bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Pada akhirnya, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari ada atau tidaknya sebuah produk. Yang jauh lebih penting adalah apa dampaknya bagi masyarakat. Kita berharap keberadaan Karang Taruna Trisula dapat membuka ruang bagi anak-anak muda Desa Padangasri untuk belajar, berkarya, meningkatkan keterampilan, dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi,” harap Rizal.
Di akhir sambutannya, ia menitipkan pesan agar para pengurus tidak cepat puas dan konsisten menjaga keberlanjutan program meskipun kelak terjadi rotasi kepengurusan.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya Karang Taruna yang berprestasi, tetapi Karang Taruna yang hadir, berkarya, memberikan manfaat, dan mampu berkelanjutan,” tandasnya.










