Ringkasan Berita
- Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji & Umrah 2026 di Bali menghubungkan 58 pelaku usaha lokal, termasuk 43 tenant produk haji-umrah dan 15 tenant makanan/minuman, dengan peluang pasar dan pembiayaan.
- Agenda ini tidak sekadar pameran, tetapi dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kemitraan, transaksi bisnis, dan akses ke perbankan syariah serta investasi.
- Pemerintah mendorong sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, perbankan, dan komunitas untuk memperkuat rantai ekonomi haji-umrah serta memanfaatkan platform digital seperti Haji dan Umrah Store.
- Expo ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat luas bagi kemaslahatan masyarakat.
- Kegiatan ini dirangkaikan dengan Kick Off Manasik Haji Provinsi Bali 2026 dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk calon jemaah haji 2027–2029, duta jemaah, organisasi Islam, serta pelajar.
DENPASAR, BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghubungkan potensi 58 peserta dari berbagai sektor usaha dengan peluang ekonomi haji dan umrah melalui agenda Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji & Umrah 2026 kedua yang diselenggarakan di Masjid Agung Sudirman Denpasar, Bali, pada 10-11 Oktober 2026. (Bali Expo 2026).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dalam negeri agar potensi pasar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, expo tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga sarana mempertemukan UMKM dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra.
“Expo UMKM yang digelar di Bali kali ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi, memperluas kemitraan, dan membuka peluang transaksi. Dengan begitu, ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” PAPAR Jaenal, Sabtu (10/10/2026).
Dari 58 peserta yang terlibat, sebanyak 43 tenant menghadirkan produk dan layanan dalam kategori perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jemaah, penyelenggaraan jasa haji dan umrah, perbankan syariah, busana muslim, serta produk olahan dan unggulan. Sementara itu, 15 peserta lainnya bergerak di bidang makanan dan minuman. Keragaman peserta tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai sektor usaha yang berpotensi mendukung kebutuhan jemaah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Selain sebagai ruang promosi, Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjajaki transaksi bisnis, akses pembiayaan, dan investasi. Kegiatan ini juga memanfaatkan platform digital Haji dan Umrah Store sebagai salah satu kanal pemasaran produk, sehingga pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pemasaran melalui perdagangan digital.
Jaenal menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menghubungkan potensi produk dalam negeri dengan kebutuhan pasar serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam rantai ekonomi haji dan umrah.
“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap dari pameran lahir kemitraan, dari kemitraan tercipta transaksi, dan dari transaksi tumbuh kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Jaenal.
Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 yang kedua mengusung tema “Dari Bali, Haji Sukses Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Kick Off Manasik Haji Provinsi Bali Tahun 2026. Rangkaian kegiatan ini melibatkan calon jemaah haji tahun 2027–2029, Duta Jemaah Haji periode 2024–2026, organisasi kemasyarakatan Islam, pelajar, mahasiswa, serta peserta lomba. (msn)










