BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga produktivitas sektor pertanian daerah. Hingga Oktober 2026, DKPP Bojonegoro tercatat telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 589,8 ton.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa benih padi yang telah disalurkan tersebut dialokasikan untuk ditanam di atas lahan seluas 23.693 hektare. Secara keseluruhan, total alokasi bantuan benih padi di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026 disiapkan mencapai 592.225 kilogram (592,225 ton).
"Jumlah ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan penanaman di lahan seluas 23.798 hektare," jelas Zaenal pada Minggu (11/10/2026).
Zaenal memaparkan, program penyaluran bantuan benih ini merupakan wujud sinergi lintas pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten.
Dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), pemerintah pusat mengalokasikan bantuan sebesar 544.250 kilogram benih padi untuk cakupan lahan seluas 21.770 hektare.
"Sedangkan dukungan APBD Provinsi Jawa Timur mencapai 25.000 kilogram untuk lahan seluas 1.000 hektare," ungkapnya.
Sementara itu, APBD Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan bantuan sebanyak 22.975 kilogram untuk area pertanian seluas 1.028 hektare. Alokasi daerah ini mencakup 4.100 kilogram benih padi hibrida dan 18.875 kilogram benih padi inhibrida varietas Gamagora, termasuk 125 kilogram yang dikhususkan bagi proyek percontohan (demplot).
Hingga Oktober 2026, realisasi penyaluran dari APBD Kabupaten Bojonegoro telah menyentuh angka 20.550 kilogram untuk lahan seluas 923 hektare. Rinciannya terdiri atas 3.800 kilogram benih padi hibrida untuk 253 hektare lahan dan 16.750 kilogram benih padi inhibrida varietas Gamagora untuk 670 hektare lahan.
"Keseluruhan, realisasi penyaluran bantuan benih padi di Bojonegoro mencapai 589,8 ton atau mendekati total alokasi yang disiapkan. Terakhir kami berharap bantuan benih ini bisa penuhi kebutuhan para petani di Bojonegoro," terangnya.










