Pepper X hingga Infinity, Berikut Urutan Cabai Terpedas di Dunia

BANGSAONLINE.com - Banyak orang menganggap cabai rawit sebagai salah satu cabai paling pedas yang umum dikonsumsi. Namun, dalam skala global terdapat beberapa jenis cabai dengan tingkat kepedasan yang jauh lebih tinggi, yang diukur menggunakan satuan Scoville Heat Unit (SHU).

Salah satu cabai yang dikenal memiliki tingkat kepedasan tertinggi adalah Pepper X. Cabai yang dikembangkan oleh Ed Currie ini tercatat memiliki tingkat kepedasan mencapai 2.693.000 SHU, melampaui sejumlah varietas cabai lain yang sebelumnya dikenal sebagai cabai terpedas di dunia.

Di bawah Pepper X terdapat Carolina Reaper dengan rata-rata tingkat kepedasan sekitar 1.641.183 SHU. Varietas cabai ini pernah memegang rekor dunia dan dikenal karena sensasi pedasnya yang sangat kuat.

Tingkat kepedasannya bahkan membuat proses penanganan cabai ini memerlukan perlindungan khusus untuk menghindari iritasi akibat kandungan capsaicin yang tinggi.

Cabai lain yang masuk dalam daftar cabai terpedas adalah Trinidad Scorpion Butch T dengan tingkat kepedasan sekitar 1.463.700 SHU. Varietas yang dibudidayakan di Australia ini sempat menyandang predikat cabai terpedas dunia sebelum posisinya tergeser oleh Carolina Reaper.

Berikutnya terdapat Naga Viper yang memiliki rata-rata tingkat kepedasan mencapai 1.382.118 SHU. Cabai hasil budidaya di Inggris tersebut juga pernah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu cabai terpedas di dunia berkat kandungan capsaicin yang sangat tinggi.

Trinidad Moruga Scorpion turut menempati posisi dalam jajaran cabai paling pedas dengan tingkat kepedasan sekitar 1,2 juta SHU. Berasal dari Trinidad dan Tobago, cabai ini dikenal mampu menimbulkan sensasi panas yang bertahan cukup lama setelah dikonsumsi.

Sementara itu, cabai Infinity memiliki nilai kepedasan rata-rata 1.176.182 SHU. Varietas yang dikembangkan di Inggris ini menjadi salah satu cabai dengan tingkat kepedasan ekstrem dan pernah menarik perhatian pecinta makanan pedas di berbagai negara.

Tingkat kepedasan berbagai cabai tersebut berasal dari capsaicin, senyawa alami yang memberikan sensasi panas saat dikonsumsi.

Semakin tinggi kandungan capsaicin yang dimiliki suatu cabai, semakin tinggi pula nilai SHU yang menunjukkan tingkat kepedasannya. Daftar cabai terpedas di dunia menunjukkan bahwa cabai rawit bukanlah varietas dengan tingkat kepedasan tertinggi.

Kehadiran Pepper X, Carolina Reaper, hingga Trinidad Moruga Scorpion menjadi contoh bagaimana pengembangan varietas cabai mampu menghasilkan sensasi pedas yang jauh melampaui cabai yang umum dikonsumsi masyarakat. (mg1/rom)