3 Petugas dan 1 Relawan Pemadam Karhutla Bromo Tewas, Ning Dini Minta Evaluasi Menyeluruh

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peristiwa tewasnya tiga petugas dan satu relawan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bromo kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI, Dini Rahmania.

Wanita yang akrab disapa Ning Dini itu menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas kejadian ini.

Menurutnya, di balik peristiwa ini, ada keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Mereka berangkat untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan masyarakat, tetapi harus kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

"Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan," tegas Ning Dini, Jumat (16/10/2026).

Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, pihaknya mendesak instansi terkait mengambil langkah penanganan yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Jangan sampai keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, atau keterlambatan penanganan kembali membahayakan mereka yang berada di garis depan. Hal ini juga berlaku untuk semua penanganan bencana yang ada di Indonesia.

"Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas," ujarnya.

Anggota DPRD RI dari Dapil Pasuruan dan Probolinggo ini juga mengingatkan, pemerintah wajib memastikan santunan, pemenuhan hak keluarga korban meninggal dunia, serta perawatan dan pemulihan terbaik bagi korban luka.

Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka.

"Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan," pungkas Dini.

Untuk diketahui, empat korban yang tewas atas nama Sukaris, Operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS. Hendra Rony Wagiyanata, Petugas Balai Besar TNBTS (meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis karena luka bakar).

Kemudian, Wisnu Yuda Pratama, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo). Sefriel Ardiansyah, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo) sekaligus atlet panjat tebing. Selain korban tewas juga ada ada sejumlah korban yang menderita luka bakar. (mdr/msn)