BANGSAONLINE.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan arsip digital guna meningkatkan efektivitas kerja dan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal Kemkomdigi bertajuk Empowering the Future: Arsip Terhubung, Kinerja Tumbuh, Integritas Terjaga di Jakarta.
Menurut dia, pengelolaan dan pemanfaatan data menjadi elemen penting dalam mendukung perkembangan teknologi digital di berbagai sektor.
“Karena kemampuan mengelola, memelihara, menghubungkan, dan mengolah data menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan teknologi digital,” ujarnya.
Meutya menjelaskan pengelolaan arsip digital merupakan bagian dari implementasi prinsip transformasi digital Kemkomdigi yang dikenal dengan konsep Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga (3T). Prinsip tersebut menjadi pedoman dalam meningkatkan pemanfaatan arsip sekaligus menjaga keamanan informasi yang dikelola organisasi.
Pada prinsip Tumbuh, arsip diposisikan sebagai sumber pembelajaran dan evaluasi bagi organisasi. Dokumentasi program, hasil evaluasi, serta rekam jejak kebijakan dinilai dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas program dan layanan pada masa mendatang.
Sementara itu, prinsip Terhubung menitikberatkan pada integrasi data dan arsip di seluruh unit kerja. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas organisasi sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya dan anggaran.
“Dalam konteks kearsipan digital, Terhubung berarti memastikan data dan arsip dapat terintegrasi serta dimanfaatkan lintas unit kerja. Hal ini untuk mendukung produktivitas dan pengambilan keputusan,” kata Meutya.
Adapun prinsip Terjaga menekankan pentingnya menjaga keamanan, keutuhan, kerahasiaan, dan keberlanjutan arsip sesuai regulasi yang berlaku. Pengelolaan arsip juga harus memperhatikan klasifikasi dokumen, masa retensi, serta prosedur penyimpanan dan pemusnahan yang telah ditetapkan.
Meutya berharap pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat mendukung pengelolaan arsip digital yang lebih efektif dan bernilai guna. Menurutnya, transformasi digital perlu diimbangi tata kelola yang baik agar arsip tetap aman, terintegrasi, serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kinerja organisasi. (rom)










