Kepala SD Muhammadiyah Bangil Akui Suami Jadi Ketua P2SP, Anggaran Revitalisasi Rp1,39 Miliar

PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Kepala SD Muhammadiyah Bangil, Marisa Izzah, membenarkan bahwa suaminya menjabat sebagai Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di sekolah yang menerima dana revitalisasi dari pemerintah pusat sebesar Rp1,39 miliar.

Saat ditemui di kantornya, Senin (19/10/2026), Marisa mengatakan sekolahnya menjadi salah satu penerima dana revitalisasi tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa pembentukan panitia dan mekanisme pengelolaan anggaran telah mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Menurut Marisa, penunjukan suaminya sebagai Ketua P2SP dilakukan melalui rapat bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta pihak sekolah.

"Kalau nepotisme itu banyak contohnya Mas yang penting tugasnya profesional dan tidak menyalahi aturan, nggak masalah," ujar Marissa kepada BANGSAONLINE.com.

Ia menjelaskan bahwa suaminya tidak memiliki latar belakang teknik sipil, melainkan hukum.

Karena itu, menurut Marisa, peran suaminya lebih berfokus pada koordinasi dengan pelaksana pembangunan.

Sementara itu, dirinya tetap bertanggung jawab atas keseluruhan proses pembangunan di sekolah tersebut.

Ketika ditanya mengenai honor P2SP, Marisa membenarkan adanya anggaran sebesar Rp20 juta. Namun, ia menyebut anggaran tersebut diperuntukkan bagi seluruh panitia, baik ketua maupun anggota.

Terpisah, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan sekaligus pengacara senior, Maulana Sholehudin tetap berencana melakukan investigasi lapangan terkait dugaan praktik nepotisme di sejumlah lembaga penerima dana revitalisasi.

"Soal ada atau tidaknya unsur pidana, serta ada atau tidaknya unsur menguntungkan diri sendiri, orang lain menyalah gunakan anggaran negara tentu pihak APH lah yang lebih berkompeten terhadap hal tersebut nantinya," ujar Maulana. (afa/van)