BANGSAONLINE.com - KAI mencatat volume angkutan pupuk mencapai 21.180 ton sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 31,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran rantai pasok sektor pertanian menjelang musim tanam.
Pada periode Januari hingga September 2025, KAI mengangkut sebanyak 16.110 ton pupuk. Dengan demikian, terjadi penambahan volume angkutan sebesar 5.070 ton pada sembilan bulan pertama tahun ini.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pupuk merupakan salah satu sarana produksi penting yang dibutuhkan petani untuk menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, distribusi yang tepat waktu menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan budidaya dan persiapan musim tanam.
“Setiap musim tanam membawa harapan bagi banyak keluarga petani. Ada lahan yang kembali disiapkan, benih yang mulai ditanam, dan rencana panen yang menjadi sumber penghidupan," ucapnya.
"Agar proses itu berjalan, kebutuhan pertanian harus disiapkan dengan baik. KAI mengambil peran melalui pengangkutan pupuk dari titik asal menuju tujuan sesuai kebutuhan pelanggan,” tuturnya menambahkan.
Peningkatan distribusi pupuk melalui kereta api dilakukan di tengah prediksi musim hujan yang akan berlangsung hingga Desember 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Anne menjelaskan, KAI terus mendukung kebutuhan distribusi pupuk melalui jaringan rel dan fasilitas logistik yang dimiliki perusahaan. Menurut dia, ketepatan waktu pengiriman menjadi aspek penting dalam mendukung kegiatan pertanian.
“Bagi petani, waktu memiliki arti penting. Persiapan lahan, penanaman, dan pemupukan mengikuti kebutuhan tanaman serta kondisi alam. Karena itu, setiap pihak dalam rantai pasok perlu menjalankan perannya dengan baik," ucapnya.
"Melalui layanan angkutan barang, kami menjaga agar pengiriman pupuk yang dipercayakan kepada KAI dapat berlangsung aman, terjadwal, dan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Sementara itu, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung distribusi komoditas strategis nasional melalui moda transportasi kereta api dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesiapan operasional.
“Ketika musim tanam dimulai, yang tumbuh adalah harapan banyak orang. Ada petani yang menanti hasil dari lahannya, keluarga yang bergantung pada penghasilan pertanian, pedagang yang menunggu pasokan, hingga masyarakat yang membutuhkan pangan setiap hari," ucapnya.
"Perjalanan pupuk di atas rel menjadi salah satu bagian dari proses panjang itu. KAI ingin terus hadir membantu kelancaran distribusinya, agar kegiatan pertanian dapat berjalan dan harapan yang ditanam hari ini memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi hasil panen esok hari,” sambungnya.
KAI menilai penggunaan angkutan barang berbasis rel dapat menjadi solusi distribusi logistik yang efisien sekaligus mendukung kelancaran pasokan kebutuhan sektor pertanian di berbagai daerah. (rom)










