KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkot Pasuruan kembali menggelar Job Fair pada tahun ini sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran. Kegiatan bertema 'Find Your Opportunity, Build Your Future' tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, di Gedung Harmoni, Rabu (21/10/2026).
Job fair tersebut diikuti oleh 30 perusahaan yang menyediakan 160 formasi pekerjaan dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai sekitar 1.500 orang. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang telah mencapai sekitar 2.400 orang melalui sistem pendaftaran daring.
Dalam sambutannya, Adi mengatakan penyelenggaraan job fair menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan. Menurut dia, kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Pasuruan pada 2025 tercatat sebesar 4,59 persen. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 5,64 persen dan tahun 2024 sebesar 4,63 persen.
“Data yang kita miliki bukan hanya sekadar angka, tetapi menunjukkan realitas di masyarakat. Ketika tingkat pengangguran terbuka kita masih cukup tinggi dibandingkan rata-rata provinsi, maka aksi-aksi yang kita lakukan harus nyata,” kata Wali Kota Pasuruan.
Ia menegaskan upaya penyerapan tenaga kerja tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah daerah. Sektor swasta dan dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan.
Karena itu, Pemkot Pasuruan terus berupaya membangun iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak perusahaan yang berkembang maupun berinvestasi di daerah tersebut. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Salah satu strategi jangka panjang yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di wilayah Blandongan dengan luas sekitar 600 hektare sebagaimana telah direncanakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Selain sektor industri, pemerintah daerah juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu sektor yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk tenaga kerja perempuan.

Di bidang sumber daya manusia, Wali Kota Pasuruan menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi agar lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain kemampuan teknis, pencari kerja juga perlu memiliki kedisiplinan, integritas, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi yang baik.
Kepada para peserta job fair, Adi berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan mempersiapkan dokumen administrasi serta menunjukkan kompetensi terbaik saat mengikuti proses rekrutmen.
“Harapannya, job fair ini bukan hanya menjadi sebuah pameran, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan dan harapan para pencari kerja,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi 30 perusahaan yang berpartisipasi serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk SMK Untung Suropati dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan maupun ketenagakerjaan.
Selain memperluas kesempatan kerja, Pemkot Pasuruan juga menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, pekerja yang terlindungi akan memiliki rasa aman dan produktivitas yang lebih baik.
Melalui Job Fair Kota Pasuruan 2026, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (afa/mar)










