TUBAN, BANGSAONLINE.com - Maraknya pertumbuhan apotek dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tuban direspons cepat oleh Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban. Menjawab tingginya permintaan masyarakat, perguruan tinggi di bawah naungan NU tersebut resmi membuka Program Studi (Prodi) D3 Farmasi.
"Prodi Farmasi sudah kami luncurkan yang bebarengan dengan acara wisuda ke X," kata Rektor IIKNU Tuban, Dr. Miftahul Munir, dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Menurut Munir, peluncuran prodi anyar ini merupakan langkah strategis kampus dalam memenuhi kebutuhan tenaga farmasi. Pesatnya perkembangan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, hingga apotek, dinilai membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kefarmasian.
"Selain meluncurkan prodi baru, wisuda ke-X tersebut juga menjadi momentum penting bagi IIKNU Tuban dengan meluluskan 186 mahasiswa dari lima program studi," ujar Dr. Munir.
Dalam prosesi wisuda tersebut, sebanyak 186 mahasiswa resmi disumpah dan diluluskan. Rinciannya terdiri dari 60 lulusan Prodi S1 Ilmu Keperawatan, 78 lulusan S1 Kebidanan, 19 lulusan S1 Gizi, 21 lulusan S1 Administrasi Kesehatan, serta 8 lulusan Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat.
Momen ini menjadi catatan sejarah baru bagi IIKNU Tuban karena untuk pertama kalinya meluluskan mahasiswa jenjang S2 Kesehatan Masyarakat.
"Delapan lulusan perdana tersebut berasal dari beragam latar belakang profesi kesehatan, mulai dari bidan, perawat, hingga dokter," papar Munir.
Ia menambahkan, kehadiran program magister di kampus setempat diharapkan memberi kemudahan bagi para tenaga kesehatan daerah untuk memupuk kualifikasi pendidikan tanpa harus menimba ilmu ke luar kota.
"Kita ingin memfasilitasi tenaga kesehatan agar mereka tidak perlu melanjutkan kuliah jauh-jauh," timpalnya.
Di akhir pesannya, Munir mengingatkan para wisudawan agar tidak menganggap kelulusan sebagai titik akhir belajar. Wisuda justru menjadi awal untuk membuktikan ilmu dan keterampilan yang didapat di bangku kuliah dalam dunia nyata.
"Kami mengingatkan agar tetap menjaga attitude di dunia kerja maupun masyarakat. Selain itu, mengimplementasikan keahliannya sesuai bidangnya masing-masing," pungkasnya.










