Diresmikan Rais Am dan Ketum PBNU, Inkama Tuban Integrasikan Tradisi Pesantren dan Sains Modern

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Perguruan tinggi baru berbasis pesantren, Institute Kiai Haji Abdul Matin (Inkama) Tuban, resmi berdiri di Kompleks Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban.

Kehadiran Inkama menjadi ikhtiar untuk memperluas kesempatan masyarakat meraih pendidikan tinggi, sekaligus menjalankan misi mempertahankan pesantren sebagai ruang pembentukan karakter, moral, dan tradisi keilmuan.

"Bagi Inkama, pendirian perguruan tinggi bukan sekadar menambah pilihan lembaga pendidikan bagi masyarakat. Tentu langkah ini merupakan upaya menghadirkan ruang akademik yang mampu mempertemukan kekayaan tradisi pesantren dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat modern," ujar Rektor Inkama, Dr. K. Muammar Najib, S.Pd.I., M.Pd. dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Peluncuran Inkama berlangsung istimewa karena digelar bersamaan dengan Wisuda ke-2 Ma’had Aly Sunan Bejagung serta Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pesantren mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Sejumlah tokoh hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung KH Abdul Matin Djawahir, Ketua Yayasan Sullamul Hadi S.Ag., S.H., M.H., Rektor Inkama Dr. K. Muammar Najib, S.Pd.I., M.Pd., Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Bahtsul Bafaqih Firjaun Barlaman, serta Ketua Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) Dr. KH Nur Hannan, Lc., M.H.I.

Pria yang akrab disapa Gus Najib itu menegaskan, kampus ini didirikan untuk membuka akses pendidikan bagi kalangan santri tanpa menutup pintu bagi masyarakat umum. Ia berharap, integrasi antara tradisi pesantren dan akademik modern dapat melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus berakhlak mulia.

"Pada tahap awal pengembangannya, Inkama Tuban menghadirkan empat program studi, yaitu S-1 Pendidikan Agama Islam, S-1 Manajemen Pendidikan Islam, S-1 Hukum Tata Negara, dan S-1 Ekonomi Syariah. Kehadiran program-program studi tersebut diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat," paparnya.

Prosesi launching Inkama ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dengan didampingi oleh KH Abdul Matin Djawahir. Momen ini mempertegas peluang pesantren untuk terus berkembang sebagai pusat pendidikan yang terbuka terhadap kemajuan tanpa menanggalkan akar tradisinya.

Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung, KH Abdul Matin Djawahir, menyoroti pentingnya mencetak generasi yang tak hanya cakap secara akademik dan teknologi, tetapi juga berpikiran kritis dan peduli terhadap kehidupan sosial-kebangsaan.

"Dalam konteks ini, pesantren memiliki modal penting berupa tradisi keilmuan, pembiasaan akhlak, kedisiplinan, dan keteladanan para ulama," ungkap Kiai Abdul Matin Djawahir.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi utama untuk membangun manusia berkarakter. Lulusan Inkama diharapkan memiliki kecerdasan profesional, berwawasan luas, serta memiliki semangat mengabdikan ilmu bagi kemaslahatan masyarakat.

"Kehadiran Inkama sekaligus membuka peluang bagi pesantren untuk memperluas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia," ucap Kiai Matin.

Ia optimistis pesantren kini dapat melangkah lebih jauh—tidak hanya menjaga keberlanjutan pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya pemikiran, inovasi, dan solusi atas tantangan masyarakat.

"Melalui semangat tersebut, Inkama Tuban diharapkan tumbuh menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Tuban," pungkasnya. (wan/rev)