Perjuangan Selmitha, Anak Yatim Penerima Beasiswa KIP yang Jadi Lulusan Terbaik Unirow

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gelaran Wisuda Program Magister dan Sarjana ke-24 Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban tahun 2026 menyisipkan kisah perjuangan penuh haru. Momen bahagia tersebut dirasakan oleh Selmitha Dwi Pradestia (23), wisudawan asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang sukses dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi 3,95.

Perjuangan Selmitha meraih gelar sarjana tidaklah mudah. Tekanan ekonomi menjadi tantangan berat setelah sang ayah meninggal dunia lima tahun lalu, membawanya pada persimpangan antara membantu ibu atau melanjutkan studi.

"Saya akui memang saat itu begitu sulit, antara membantu ekonomi ibu dan memenuhi biaya kuliah," tutur Selmitha, Minggu (8/11/2026).

"Jadi waktu itu antara dua pilihan, yaitu tetap kuliah sembari membantu ekonomi sang ibu," ungkapnya mengenang sosok almarhum ayahnya.

Tekadnya untuk berkuliah kembali bangkit demi mewujudkan harapan terakhir sang ayah. Berbekal doa ibu, ia mendaftar ke Program Studi Pendidikan Ekonomi Unirow Tuban dan dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

"Ketika dinyatakan lolos beasiswa, rasanya sangat bersyukur. Saya merasa keinginan ayah untuk melihat anaknya jadi sarjana akhirnya bisa terwujud," kata Selmitha.

"Waktu itu, yang saya pikirkan, bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu ibu. Saya sadar keadaan keluarga sudah berubah setelah ayah meninggal," ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, anak kedua dari pasangan almarhum Parno dan Suparti ini bekerja sampingan sebagai host live streaming produk perabot rumah tangga di TikTok selama enam jam setiap hari.

"Saya bersyukur tempat kerja memberikan izin ketika ada kegiatan kampus," urainya.

Di tengah kesibukan kuliah dan kerja, Selmitha tetap mengukir berbagai prestasi. Ia meraih Juara Harapan II Porsenasma V PT PGRI 2025 bidang Kewirausahaan, lolos program MBKM, hingga dinobatkan sebagai Relawan Pajak Ranjani Paling Inovatif.

"Dulu, saya sempat berpikir bahwa kehilangan ayah berarti kehilangan kesempatan. Justru, cita-cita itu harus terus diperjuangkan sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada orang yang kita sayangi," timpalnya.

Wisuda ke-24 Unirow Tuban sendiri mengusung tema "Mewujudkan Lulusan Bermutu: Bersinar tanpa Membayangi, Berdampak tanpa Membebani". Rektor Unirow, Prof. Dr. Warli, M.Pd., berpesan agar para wisudawan memiliki integritas dan menjadi pembawa dampak positif di masyarakat.

"Bersinarlah tanpa membayangi orang lain, jadilah lentera, bukan tirai, dan raih sukses tanpa merendahkan atau mengorbankan orang lain," pungkas Prof. Warli. (wan/rev)