TKA 2026 Dimulai, Gubernur Khofifah Ajak Siswa Jatim Percaya Diri dan Jujur

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memberikan doa, dukungan, dan motivasi kepada 438.126 siswa jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat yang terdaftar dalam sistem Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Asesmen tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (26/10/2026).

TKA merupakan instrumen terstandar yang digunakan untuk memperoleh gambaran capaian akademik peserta didik. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta menjadi bahan pertimbangan untuk jenjang pendidikan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menjelang pelaksanaan asesmen, Khofifah mengajak para siswa menghadapi ujian dengan tenang, percaya diri, dan menjunjung tinggi kejujuran. Ia juga mengingatkan pentingnya memohon doa dan restu dari orang tua sebelum mengikuti TKA.

“Untuk anak-anakku tercinta, para pelajar Jawa Timur, selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik. Hadapilah dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru," ucapnya.

"Awali dengan berdoa, jangan lupa memohon doa dan restu kedua orang tua. Insya Allah, ikhtiar yang sungguh-sungguh akan membawa hasil terbaik,” sambungnya.

Menurut dia, TKA hendaknya dipandang sebagai kesempatan untuk mengukur hasil belajar sekaligus mengenali kemampuan diri. Ia menegaskan hasil asesmen bukan satu-satunya penentu masa depan sehingga peserta tidak perlu menghadapi ujian dengan tekanan berlebihan.

“Jangan pernah merasa bahwa masa depan kalian hanya ditentukan oleh angka hasil ujian. Setiap anak memiliki kecerdasan, kelebihan, dan potensi yang berbeda," ujarnya. 

"Yang terpenting adalah berusaha sungguh-sungguh, mengerjakan dengan jujur, dan memberikan kemampuan terbaik. Ibu percaya anak-anak Jawa Timur mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan,” imbuhnya.

Khofifah juga mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan moral kepada anak selama proses asesmen berlangsung. Pendampingan berupa doa, kasih sayang, dan motivasi akan membantu peserta menghadapi ujian dengan lebih tenang.

“Kepada bapak dan ibu, para orang tua, mari kita dampingi anak-anak dengan doa, kasih sayang, dan kalimat-kalimat yang menguatkan. Jangan membebani mereka dengan tuntutan nilai yang berlebihan. Yakinkan bahwa kita bangga atas perjuangan dan kesungguhan mereka dalam belajar,” paparnya.

Selain peran orang tua, Khofifah menyebut guru dan sekolah memiliki tanggung jawab penting dalam mempersiapkan peserta didik. Guru diharapkan mampu memberikan pendampingan yang menenangkan serta memastikan siswa memahami jadwal dan tata tertib pelaksanaan TKA.

Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kondisi fisik dengan beristirahat cukup, mengonsumsi sarapan sebelum berangkat, menyiapkan kebutuhan asesmen, dan hadir tepat waktu di lokasi pelaksanaan.

“Anak-anak kita membutuhkan ketenangan dan keyakinan bahwa mereka mampu. Saya berharap guru dan orang tua menjadi sumber semangat bagi mereka. Apa pun hasilnya nanti, terus dampingi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mengacu pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hingga 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 murid atau sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar dalam sistem.

Dari 4.863 satuan pendidikan yang terdata, sebanyak 4.546 sekolah telah berstatus terdaftar final. Sebanyak 3.518 sekolah menggunakan moda pelaksanaan daring penuh (full online), sedangkan 1.028 sekolah menerapkan moda semi daring (semi online).

TKA jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 secara bertahap sesuai pembagian gelombang. Menghadapi pelaksanaan tersebut, Khofifah meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

“Saya minta Dinas Pendidikan bersama seluruh cabang dinas dan kepala sekolah mengecek kembali kesiapan pelaksanaan TKA. Pastikan komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, serta proktor dan teknisi benar-benar siap. Siapkan langkah antisipasi dan jalur pelaporan yang jelas agar setiap kendala dapat segera ditangani,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan persiapan pelaksanaan TKA terus dimatangkan, mulai dari pendataan peserta hingga kesiapan teknis dan petugas pelaksana.

“Sesuai arahan Ibu Gubernur Khofifah, kami ingin memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh murid. Sekolah harus memastikan anak-anak bisa berkonsentrasi mengerjakan soal tanpa dibebani kekhawatiran terhadap kendala teknis,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi gangguan teknis, sekolah penyelenggara diminta menyiapkan perangkat uninterruptible power supply (UPS), generator set (genset) jika memungkinkan, serta memastikan proktor dan teknisi memahami prosedur penanganan gangguan.

Dinas Pendidikan Jawa Timur juga telah berkoordinasi dengan PLN dan Telkom guna menjaga kelancaran pasokan listrik dan jaringan internet selama pelaksanaan asesmen.

“Apabila terjadi gangguan listrik atau internet, murid tidak perlu panik. Petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan. Kami juga memastikan setiap kendala ditindaklanjuti sesuai prosedur agar hak murid untuk mengikuti TKA tetap terlindungi,” kata Aries.

Ia menjelaskan, hasil TKA tidak hanya memberikan gambaran capaian akademik peserta didik, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi guru, serta mendukung pemerataan mutu pendidikan di Jawa Timur.

“TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai tinggi. Bagi kami, hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran agar semakin banyak anak Jawa Timur memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” ucapnya. (dev/mar)