MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 8 Kota Malang, Senin (26/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar dan tanpa kendala.
Sebanyak 391 siswa kelas XII SMKN 8 Kota Malang mengikuti TKA yang menjadi salah satu instrumen terstandar untuk mengukur capaian akademik peserta didik. Setibanya di lokasi, Khofifah disambut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dan Kepala SMKN 8 Kota Malang, Suharyanto.
Dalam peninjauan itu, Khofifah mendatangi ruang-ruang ujian yang tersebar di tujuh laboratorium komputer. Pelaksanaan TKA di SMKN 8 Kota Malang didukung oleh 66 guru dan 16 tenaga administrasi.
Para siswa kelas XII mengikuti TKA selama 6 hari dengan pembagian 3 sesi setiap harinya. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30-09.15 WIB, sesi kedua pukul 09.30-11.15 WIB, dan sesi ketiga pukul 12.00-13.45 WIB.
Usai meninjau pelaksanaan tes, Khofifah bersama jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur, dan pihak sekolah melakukan pemantauan secara virtual melalui ruang video konferensi. Dalam kesempatan itu, ia menyapa para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur yang juga tengah melaksanakan TKA.
Khofifah mengapresiasi peran kepala sekolah dan guru dalam mendampingi siswa hingga mampu meraih berbagai prestasi akademik. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti TKA dengan baik sebagai bagian dari pengukuran capaian pembelajaran yang telah ditempuh selama ini.
"Semoga semua bisa ikut TKA hari ini untuk melihat standar akademik achievement," tuturnya.
Menurut dia, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh usaha akademik, tetapi juga perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual. Ia menyebut dukungan doa dan pendampingan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri peserta ujian.
“Seluruh proses ikhtiar panjenengan serta kerja keras pelajar diberseiringi ikhtiar spritualitas yang semalam juga dilakukan sholat hajat dipimpin Kyai Asep Syaifudin Halim," ujarnya.
Khofifah berharap, pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar dan menjadi bekal bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Mudah-mudahan diberi kemudahan, kelancaran dan kesuksesan sehingga cita-cita tercapai," katanya.
Ia menjelaskan, hasil TKA dapat menjadi salah satu komponen pendukung dalam proses seleksi pendidikan lanjutan, termasuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Hasil TKA, menjadi salah satu komponen dalam seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP)," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengingatkan peserta agar memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh mata pelajaran yang diujikan.
“Saya minta tetap memberikan posisi yang sama tentang mapel-mapel selama mengikuti TKA," ucapnya.
Selain aspek akademik, ia turut memantau kesiapan teknis pelaksanaan TKA, termasuk ketersediaan jaringan internet, pasokan listrik, dan perangkat pendukung. Untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan, sekolah telah menyiapkan generator set (genset) sebagai cadangan.
“Selain itu untuk mencegah kendala listrik juga disiapkan genset sehingga pelajar bisa mengerjakan TKA dengan fokus," kata Khofifah.
Sementara itu, Kepala SMKN 8 Kota Malang menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi peningkatan kompetensi siswa maupun kesiapan sarana dan prasarana.
“Pelajar sudah diberi pendampingan oleh para guru dari sisi kompetensi, kami juga sudah menyiapkan hal teknis agar pelaksanaan TKA berjalan lancar," paparnya.
Suharyanto menambahkan, tingkat keterserapan lulusan SMKN 8 Kota Malang di dunia kerja cukup tinggi. Pada tahun lalu, angka keterserapan kerja lulusan mencapai 94,4 persen, sementara sekitar lima persen melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Di SMK 8 Keterserapan kerja tahun 2025 mencapai 94,4 persen. Sedangkan yang melanjutkan studi kurang lebih 5 persen," ucapnya.
SMKN 8 Kota Malang saat ini memiliki empat program keahlian, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Mekatronika, dan Teknik Elektronika Industri. Sekolah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra industri untuk mendukung peningkatan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja. (dev/mar)










