JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan truk pengangkut sapi terjadi di Jalan Nasional Surabaya–Madiun, tepatnya di kawasan Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, pada Rabu (28/10/2026). Insiden bermula akibat aksi nekat sebuah bus yang melaju di lajur berlawanan.
Saksi mata di lokasi kejadian, Yanto, menjelaskan bahwa petaka ini dipicu oleh bus tak dikenal yang berjalan ke arah barat dengan mengambil sebagian besar badan jalan atau lazim disebut ngeblong.
"Bus itu melaju ke arah barat dan mengambil sebagian besar badan jalan," ungkap Yanto yang kendaraannya turut terdampak dalam insiden tersebut.
"Terus ada mobil sapi itu, dia menghindari bus ini, kemudian menabrak mobil saya," lanjut Yanto.
Peristiwa ini melibatkan tiga kendaraan utama, yakni truk pengangkut sapi berpelat nomor W 8345 NY, sebuah dump truck berpelat nomor B 9343 KYT, serta satu unit bus misterius yang identitas dan nomor polisinya masih dalam penelusuran pihak berwajib.
Kronologi bermula saat bus dari arah timur (Surabaya) menuju barat diduga berjalan terlalu ke kanan dan memakan jalur lain. Bersamaan dengan itu, truk muatan sapi melintas dari arah berlawanan. Demi menghindari tabrakan frontal, sopir truk sapi terpaksa membanting setir.
Nahas, manuver darurat tersebut justru membuat truk menabrak dump truck di dekat lokasi sebelum akhirnya terguling di tengah jalan. Benturan keras mengakibatkan kabin depan truk muatan sapi ringsek parah. Tak hanya itu, kandang darurat yang rusak membuat beberapa ekor sapi muatan terlepas berkeliaran di bahu jalan.
Akibat kejadian ini, pengemudi truk sapi menderita luka parah berupa patah tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis.
Sementara itu, bus yang menjadi pemicu kecelakaan dilaporkan langsung melarikan diri dari tempat kejadian tanpa sempat teridentifikasi.
Insiden ini sempat memicu kemacetan dan arus lalu lintas tersendat di jalur nasional tersebut. Petugas bersama warga setempat kemudian bergotong-royong mengevakuasi sapi-sapi yang terlepas ke truk pengganti guna memperlancar proses evakuasi bangkai kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami insiden tersebut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi.










