Fenomena Mahfud MD, Anugerah Dewan Pers hingga Skor Tertinggi Tokoh Nasional & Pemimpin Berkarakter

JAKARTA, BANGSAONNLINE.com-Dewan Pers menganugrahkan penghargaan terhadap Prof. Mahfud MD. Dewan Pers memberikan Anugerah Dewan Pers 2026 kepada Mahfud MD sebagai tokoh bangsa atas komitmennya terhadap kemerdekaan pers, keterbukaan informasi, transparansi, serta penguatan demokrasi yang menghargai kritik.

Tokoh NU asal Madura itu menyisihkan beberapa tokoh penting yang sempat masuk nominasi dalam kategori tersebut. Antara lain Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), aktivis HAM Usman Hamid, tokoh pers yang juga Wakil Presiden RI ke-3 Adam Malik, dan aktivis Yenny Wahid.

Anugerah Dewan Pers 2026 itu diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers Qomaruddin Hidayat kepada Mahfud MD di Hall Dewan Pers, Gedung Dewan Pers Jakarta Pusat pada Rabu (28/10/2026).

Menurut Mahfud, ada pandangan mengatakan bahwa pers adalah cermin kehidupan berbangsa. Apabila ingin tahu wajah suatu bangsa, tegas Mahfud, yang perlu dilihat dan dibaca adalah persnya.

"Karena media mainstream karena pengaruh industri, pengaruh politik dan sebagainya sehingga gambar-gambar masyarakat di cermin media mainstream itu agak buram sekarang ini. Tidak bisa kita melihat fakta-fakta yang seharusnya muncul di dalam pers kita," ujar Mustasyar PBNU itu.

Kedua, tegas Mahfud, adalah cermin retak yang ditunjukkan dalam media sosial. Berbeda dengan media mainstream, kata Mahfud, yang memiliki penanggung jawab, informasi yang disuguhkan media sosial tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab

Mahfud MD menilai dunia pers saat ini sedang sakit sehingga seluruh pihak perlu menghidupkan lagi jurnalisme kebangsaan.

"Oleh sebab itu, saudara sekalian, kepada Dewan Pers, kepada kita semua insan pers dan kepada pemerintah tentu saja, mari kita bangun pers kita ini sebagai pers yang sehat," ujarnya seperti dikutip tribunnews.com.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga mengajak seluruh pihak menyehatkan media, baik itu media mainstream maupun media sosial. Mahfud juga meyakini suatu saat dunia pers akan bangkit kembali.

"Perlu kita sehatkan bersama karena sekarang pers kita itu sedang agak kurang sehat. Tapi saya punya keyakinan pada saatnya nanti akan bangkit kembali untuk membangun bangsa ini," ujar Mahfud optimis.

Anugerah Dewan Pers 2026 untuk Mahfud MD ini menarik. Karena sebelumnya, Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga merilis hasil survei opinion leaders tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif, pada Kamis 15 Oktober 2026 lalu.

Ternyata Mahfud MD meraih skor tertinggi diantara 31 tokoh nasional, termasuk Prabowo Subianto yang kini menjabat presiden RI. Tokoh asal Madura yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu meraih nilai 7,3 dari skala 0 hingga 10.

Yang juga menarik, di bawah Mahfud MD ada enam tokoh meraih skor sama, yaitu 7,0. Mereka adalah Anies Baswedan (7,0), Pramono Anong (7,0), Zainal Arifin Mochtar (7,0), Dedi Mulyadi (7,0), Pramono Anung (7,0) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (7,0).

Di bawah mereka muncul sosok Sri Mulyani Indrawati (6.9), Ganjar Pranowo (6.8), Retno Marsudi (6.8), Usman Hamid (6.7), Sherly Tjoanda Laos (6.7), Bivitri Susanti (6.7), Saldi Isra (6.7), Feri Amsari (6.7), Agus Harimurti Yudhoyono (6.5), Megawati Soekarnoputri (6.4), Sudirman Said (6.3), Sukidi (6.3), dan Yusril Ihza Mahendra (6).

Fenomena Mahfud MD ini sangat menarik. Di tengah kecenderungan krisis kemimpinan nasional ia muncul sebagai sosok yang tetap independen, kritis dan banyak menebarkan pencerahan di tengah masyarakat. Pemikirannya yang cemerlang menjadi rujukan banyak pihak, terutama bagi mereka yang punya komitmen untuk memperbaiki bangsa yang sedang karus marut.

Banyak pihak menilai bahwa Mahfud MD adalah sosok pemimpin berkarakter. Ia juga disebut-sebut sebagai sosok pemimpin yang punya komitmen kuat terhadap penegakan hukum dan demokrasi serta memiliki intgeritas moral yang tinggi. Tak aneh jika Mahfud mulai dilirik banyak pihak sebagai calon pemimpin alternatif dalam kontestasi pilpres 2029.