Isu Penyadapan Presiden oleh Polisi, Guru Besar Unair Soroti Situasi Pascaputusan MA dan MK

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto, menyoroti isu penahanan sejumlah perwira tinggi Polri di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan.

Henri menilai, situasi politik dan hukum nasional saat ini memunculkan keresahan di kalangan kelompok tertentu. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Ada yang resah dan sangat khawatir dengan keadaan politik dan hukum, pasca keputusan MK dan MA," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (3/11/2026).

Menurut Henri, terdapat kekuatan politik tertentu yang berupaya mempertahankan skenario politik yang sebelumnya telah dirancang. Upaya tersebut, menurutnya, dilakukan agar kelompok-kelompok tersebut tidak kehilangan pengaruh dalam lingkar kekuasaan dan dinamika politik nasional.

Ia juga menilai menguatnya konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto, yang diikuti melemahnya kekuatan pesaing politik, telah memunculkan keresahan di kalangan tertentu. Henri bahkan menyebut aktivitas Presiden dan lingkungan Istana diduga menjadi sasaran pemantauan secara diam-diam.

Henri turut menyinggung adanya perbedaan agenda politik dan perebutan pengaruh di internal kekuasaan yang ia istilahkan sebagai war within atau perang di dalam.

"Faktanya sudah terjadi perbedaan agenda politik, dan terjadi perang pengaruh di dalam, war within," ucapnya.

Menurutnya, loyalis dari kelompok yang berseberangan bahkan disebut berani memantau aktivitas Presiden Prabowo. Ia menilai situasi tersebut dapat memunculkan peristiwa yang mengejutkan publik dan berdampak pada dinamika politik nasional.

"Sebuah peristiwa yang justru akan mempercepat terjadinya perubahan komposisi politik yang berbeda dengan skenario yang dulu ditetapkan 2024," tandasnya.

Sebagai informasi, isu mengenai pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri mulai ramai diperbincangkan sejak Senin (2/11/2026).

Dalam kabar yang beredar, beberapa jenderal yang bertugas di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri disebut-sebut telah diamankan dan dibawa ke Mako Brimob di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Rumor tersebut kemudian berkembang dengan munculnya dugaan penyadapan di lingkungan Istana Kepresidenan yang dikaitkan dengan sejumlah pejabat tinggi kepolisian.