Kota Batu Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pemkot Batu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026.

Agenda tersebut berlangsung di Lapangan Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Rabu (4/11/2026). Apel dihadiri jajaran pejabat dari pemerintah daerah setempat beserta instansi lainnya dan unsur relawan kebencanaan.

Sekitar 150 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, Perhutani, serta relawan Orari, Rapi, Senkom, dan Tagana mengikuti kegiatan ini.

Bertindak sebagai pimpinan apel, Kapolres Batu, AKBP Panji Gedhe Prabawa, mengatakan bahwa Kota Agropolitan saat ini memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Menurut dia, peningkatan ancaman tercermin dari data kejadian bencana yang mengalami kenaikan. Pada 2025 tercatat 73 kejadian bencana yang terdiri atas 52 tanah longsor, sembilan banjir, serta 12 kejadian angin kencang dan pohon tumbang.

Sementara hingga tahun ini, jumlah kejadian meningkat menjadi 122 kasus yang meliputi 20 kebakaran hutan dan lahan, 52 tanah longsor, 11 banjir, serta 39 kejadian angin kencang dan puting beliung.

"Data peningkatan kejadian bencana yang kita miliki menegaskan bahwa ancaman bencana bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesiapan sistem, sinergi antar instansi, dan partisipasi aktif masyarakat," kata Kapolres Batu.

Dalam arahannya, ia menekankan 5 langkah strategis yang perlu dilakukan seluruh pemangku kepentingan yang meliputi pemetaan wilayah rawan bencana hingga tingkat desa dan kelurahan, serta penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kemudian, ada pelaksanaan mitigasi risiko secara dini, kesiapan personel dan peralatan, serta sosialisasi jalur evakuasi dan lokasi pengungsian kepada masyarakat.

Selain itu, Kapolres Batu menekankan pentingnya membangun sinergi lintas sektor melalui pembagian tugas yang jelas dan sistem koordinasi yang responsif saat terjadi bencana.

"Saya berharap melalui apel kesiapsiagaan ini, kita semua tidak hanya siap secara fisik dan peralatan, tetapi juga memiliki kesamaan persepsi, kecepatan bertindak, serta kepedulian yang tinggi. Mari kita niatkan tugas kemanusiaan ini sebagai pengabdian terbaik bagi masyarakat Kota Batu," pungkasnya. (adi/mar)