Fenomena Juara Dunia F1 Termuda: Akankah Rekor Usia Kimi Antonelli Tergeser?

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kimi Antonelli mencatatkan sejarah baru dalam ajang Formula 1 setelah mengamankan gelar juara dunia 2026 di usia 20 tahun 68 hari. Pencapaian pembalap asal Italia tersebut berhasil memangkas rekor juara dunia termuda yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel dengan selisih lebih dari tiga tahun.

Meski saat ini menempati posisi puncak sebagai juara dunia termuda sepanjang masa, posisi Antonelli tidak sepenuhnya aman dari kejaran generasi pembalap mendatang.

Peluang lahirnya juara dunia dengan usia yang lebih muda terbuka lewat regulasi International Sporting Code FIA Lampiran L Bagian 13.1 Pasal 13.1.2. Aturan dasar sejatinya menetapkan batas usia minimal pembalap untuk berlaga di ajang F1 adalah 18 tahun.

Namun, klausal pengecualian yang diterbitkan FIA sejak 2024 membuka celah baru. Atas kebijakan mutlak FIA, pembalap berusia 17 tahun dapat memperoleh Super Licence apabila terbukti konsisten menunjukkan kemampuan dan kedewasaan luar biasa di ajang single-seater.

Secara teoretis, jika pembalap berusia 17 tahun mampu meraih gelar juara dunia pada musim debutnya, rekor milik Antonelli dapat terlampaui hingga selisih lebih dari dua tahun.

Sejarah mencatat Max Verstappen masih memegang rekor sebagai pembalap termuda yang berpartisipasi dalam ajang F1, yakni saat menjalani debut di GP Australia 2015 pada usia 17 tahun 166 hari. Langkah Verstappen saat itu mendorong FIA memperketat kriteria Super Licence pada 2016, termasuk syarat minimal usia 18 tahun, pengalaman dua tahun di ajang single-seater, serta kepemilikan 40 poin Super Licence.

Meski FIA melonggarkan aturan lewat skema pengecualian yang dimanfaatkan Antonelli (2024) dan Arvid Lindblad (2025), keduanya baru melakoni debut Grand Prix setelah menginjak usia 18 tahun. Hal serupa dialami Lance Stroll yang debut pada 2017 di usia 18 tahun 148 hari.

Guna mematahkan rekor Antonelli, seorang pembalap idealnya harus mengunci gelar juara dunia pada musim pertama atau kedua karirnya di F1. Sepanjang sejarah, Giuseppe Farina menjadi satu-satunya pembalap yang menjuarai F1 pada musim debutnya saat kejuaraan perdana digelar pada 1950.

Sementara itu, gelar juara dunia pada musim kedua baru diraih oleh empat pembalap: Juan Manuel Fangio (1951), Jacques Villeneuve (1997), Lewis Hamilton (2008), dan Kimi Antonelli (2026). Tiga pembalap pertama dalam daftar tersebut bahkan mengakhiri musim debut mereka sebagai runner-up.

Lahirnya juara dunia berusia di bawah 20 tahun membutuhkan kombinasi bakat dan kesiapan armada balap yang kompetitif sejak awal musim. Persyaratan ini dipenuhi oleh Fangio bersama Alfa Romeo, Villeneuve dengan Williams, Hamilton di McLaren, serta Antonelli yang langsung mengisi jet darat Mercedes.