Ringkasan Berita
- Insiden ambruk pagar pembatas besi saat konser gratis Deni Cak Nan di Surabaya menyebabkan 12 korban, 10 penonton luka ringan dan 2 petugas luka berat. Korban luka berat adalah seorang anggota TNI dan seorang petugas BPBD, keduanya menderita patah tulang dan masih dirawat intensif di RSUD Soewandhie.
- Penyebab insiden diduga karena pagar besi tidak mampu menahan tekanan massa pengunjung yang sangat antusias dan membludak. Desakan penonton di luar area yang berusaha masuk memicu keruntuhan pagar, meski petugas TNI dan polisi berupaya menahannya.
- Konser yang digelar gratis menarik jumlah penonton sangat besar sehingga panitia menutup akses pagar utama untuk membatasi orang masuk. Kejadian ambruknya pagar sempat terekam dalam video amatir yang beredar.
- Dua korban luka berat menjalani operasi, dengan anggota TNI dioperasi paling lambat Selasa dan petugas BPBD dijadwalkan operasi Kamis setelah pemeriksaan MRI. Sementara 10 korban luka ringan dengan keluhan sesak dan terinjak sudah diizinkan pulang.
- Petugas kepolisian di lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti detik-detik ambruknya pagar karena suara ribut penonton menutupi suara jatuhnya pagar. Jumlah korban persis juga belum diketahui pasti, namun ambulans PMI telah membawa beberapa pasien ke rumah sakit.
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Insiden ambruknya pagar pembatas besi saat konser Deni Cak Nan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Minggu (5/7/2026) malam, mengakibatkan 12 orang menjadi korban.
Sebanyak 10 pengunjung mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang, sedangkan dua petugas mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Soewandhie.
Dua korban luka berat tersebut terdiri atas seorang anggota TNI yang mengalami patah tulang paha kiri dan seorang petugas BPBD yang mengalami patah tulang leher bagian belakang.
Plt Direktur RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh, mengatakan kedua korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
Halaman:










