Pagar Konser Deni Cak Nan di Surabaya Ambruk, Dua Petugas Alami Patah Tulang dan Jalani Operasi

Ringkasan Berita
  • Insiden ambruk pagar pembatas besi saat konser gratis Deni Cak Nan di Surabaya menyebabkan 12 korban, 10 penonton luka ringan dan 2 petugas luka berat. Korban luka berat adalah seorang anggota TNI dan seorang petugas BPBD, keduanya menderita patah tulang dan masih dirawat intensif di RSUD Soewandhie.
  • Penyebab insiden diduga karena pagar besi tidak mampu menahan tekanan massa pengunjung yang sangat antusias dan membludak. Desakan penonton di luar area yang berusaha masuk memicu keruntuhan pagar, meski petugas TNI dan polisi berupaya menahannya.
  • Konser yang digelar gratis menarik jumlah penonton sangat besar sehingga panitia menutup akses pagar utama untuk membatasi orang masuk. Kejadian ambruknya pagar sempat terekam dalam video amatir yang beredar.
  • Dua korban luka berat menjalani operasi, dengan anggota TNI dioperasi paling lambat Selasa dan petugas BPBD dijadwalkan operasi Kamis setelah pemeriksaan MRI. Sementara 10 korban luka ringan dengan keluhan sesak dan terinjak sudah diizinkan pulang.
  • Petugas kepolisian di lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti detik-detik ambruknya pagar karena suara ribut penonton menutupi suara jatuhnya pagar. Jumlah korban persis juga belum diketahui pasti, namun ambulans PMI telah membawa beberapa pasien ke rumah sakit.

"Sore ini maksimal besok Selasa pasien luka berat akan dioperasi," ujarnya.

Sementara itu, petugas BPBD yang mengalami patah tulang leher dijadwalkan menjalani operasi pada Kamis mendatang setelah menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Hari ini masih MRI. Sementara 10 penonton lainnya sudah pulang. Mereka keluhannya sesak karena terhimpit dan terinjak, kondisinya sudah baik dan diperbolehkan pulang," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ambruknya pagar pembatas sempat terekam dalam video amatir yang beredar. Konser Deni Cak Nan digelar secara gratis sehingga menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah besar.

Membludaknya pengunjung membuat panitia bersama petugas menutup akses melalui pagar besi utama untuk membatasi jumlah penonton yang masuk ke area konser.

Kondisi tersebut memicu desakan dari pengunjung yang berada di luar area konser dan berusaha masuk. Pagar besi diduga tidak mampu menahan tekanan massa hingga akhirnya roboh.

Di sisi dalam, sejumlah petugas TNI dan kepolisian sempat berupaya menahan pagar agar tidak ambruk, namun dorongan penonton yang semakin besar tidak dapat dibendung.

Kanit Lantas Polsek Tambaksari Surabaya, Iptu Hari Karyono, mengaku tidak mengetahui secara pasti detik-detik ambruknya pagar karena saat itu sedang bertugas mengatur arus lalu lintas di luar lokasi konser.

"Saya pada saat itu jaga di luar karena saya mengatur lalu lintas, dan penonton sangat banyak sehingga suara penonton dengan jatuhnya pagar hampir sama. Jadi saya gak tahu betul," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Hari juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah korban yang tertimpa pagar pembatas saat kejadian.

"Kalau jumlah persisnya saya tidak tahu, pokoknya ambulans dari PMI datang ke lokasi lalu membawa beberapa pasien ke rumah sakit," tambah Iptu Hari Karyono. (rus/van)