Ringkasan Berita
- Dinas Pendidikan Tulungagung akan memanggil dua pegawai yang terlibat cekcok dan mempertimbangkan mutasi salah satunya untuk mencegah konflik serupa.
- Kepolisian menyimpulkan kasus ini hanya adu mulut karena bukti tidak cukup untuk tuduhan ancaman pembunuhan, dan seharusnya bisa diselesaikan secara internal.
- Konflik dipicu masalah pribadi, yaitu ejekan terkait belum memiliki anak, dan merupakan pertama kali terjadi bagi kedua pegawai yang selama ini berkinerja baik.
- Petugas Satpam yang dilaporkan telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan tidak pernah terlibat masalah sebelumnya, sehingga kasus ini menjadi insiden pertama baginya.
- Opsi mutasi akan dibahas dengan pimpinan, dengan kemungkinan pemindahan ke Korwil Kecamatan atau OPD lain sebagai langkah penyelesaian.
Selain itu, berdasarkan penanganan Polres Tulungagung, peristiwa tersebut dinilai hanya sebatas adu mulut atau cekcok antarstaf, bukan merupakan tindak pengancaman.
Kepolisian juga menyimpulkan bahwa alat bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk memenuhi unsur dugaan ancaman pembunuhan.
"Polisi menyatakan jika kasus ini murni adu mulut saja karena bukti yang ada tidak cukup kuat untuk memenuhi unsur ancaman pembunuhan. Padahal masalah ini bisa diselesaikan secara internal," kata Darmono, Jumat (10/7/2026).
Darmono mengungkapkan, peristiwa tersebut merupakan kejadian pertama yang terjadi di lingkungan Disdik Kabupaten Tulungagung. Sementara itu, petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang dilaporkan selama ini memiliki rekam jejak yang baik.










