Ringkasan Berita
- Dinas Pendidikan Tulungagung akan memanggil dua pegawai yang terlibat cekcok dan mempertimbangkan mutasi salah satunya untuk mencegah konflik serupa.
- Kepolisian menyimpulkan kasus ini hanya adu mulut karena bukti tidak cukup untuk tuduhan ancaman pembunuhan, dan seharusnya bisa diselesaikan secara internal.
- Konflik dipicu masalah pribadi, yaitu ejekan terkait belum memiliki anak, dan merupakan pertama kali terjadi bagi kedua pegawai yang selama ini berkinerja baik.
- Petugas Satpam yang dilaporkan telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan tidak pernah terlibat masalah sebelumnya, sehingga kasus ini menjadi insiden pertama baginya.
- Opsi mutasi akan dibahas dengan pimpinan, dengan kemungkinan pemindahan ke Korwil Kecamatan atau OPD lain sebagai langkah penyelesaian.
Petugas Satpam tersebut tercatat telah mengabdi di Kantor Disdik Kabupaten Tulungagung selama lebih dari 20 tahun.
Selama menjalankan tugas, petugas Satpam tersebut tidak pernah terlibat persoalan dengan pegawai lain. Kasus ini pun menjadi kali pertama dirinya terseret dalam permasalahan di lingkungan kerja.
Berdasarkan informasi yang diterima, perselisihan itu dipicu persoalan pribadi setelah terlapor disebut sempat diejek karena belum memiliki anak.
"Jadi memang ini masalah pribadi yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan maupun secara internal," ungkapnya.
Disdik Kabupaten Tulungagung juga membuka peluang untuk memutasi salah satu pegawai yang berselisih sebagai langkah mencegah terulangnya konflik serupa.
Opsi mutasi tersebut dapat dilakukan melalui penataan internal, baik dengan memindahkan pegawai ke Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan maupun mengusulkan mutasi ke dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) lain.
Rencana tersebut masih akan dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan sebelum ditetapkan sebagai keputusan akhir.
"Rencana itu memang ada, tetapi kami perlu berkoordinasi dan melapor kepada pimpinan dulu untuk mendapatkan keputusan final," pungkasnya.










