BANGSAONLINE.com - Kasus Influenza A terdeteksi meningkat di sejumlah daerah Indonesia hingga September 2026. Kementerian Kesehatan memastikan situasi masih terkendali dengan memperketat pemantauan melalui surveilans, termasuk karakteristik virus yang beredar.
Data Kemenkes menunjukkan peningkatan aktivitas influenza pada Agustus-September 2026 masih sesuai pola musiman. Pada minggu ke-38, sebanyak 148 dari 265 spesimen surveilans sentinel positif influenza, didominasi subtipe H1N1pdm09 dengan positivity rate 56 persen.
Kemenkes juga memantau Influenza A (H3N2) subclade K yang disebut 'superflu'. Menteri Kesehatan menegaskan temuan tahun ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Influenza A berbeda dengan flu biasa. Virus ini dapat menyerang manusia maupun hewan, dengan berbagai subtipe berdasarkan protein permukaan.
Gejalanya muncul mendadak, meliputi demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, hingga mual atau diare pada anak.
Flu biasa umumnya berkembang bertahap dengan batuk disertai pilek dan bersin. Influenza A cenderung lebih berat, dengan nyeri otot lebih intens dan risiko komplikasi lebih tinggi.
Penularan terjadi melalui partikel pernapasan, kontak dekat, atau permukaan terkontaminasi. Kemenkes mengingatkan masyarakat tidak panik dan tidak mengonsumsi obat antivirus tanpa resep dokter.
Pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menerapkan etika batuk, serta menghindari berbagi barang pribadi. Tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau muntah terus-menerus perlu segera mendapat evaluasi medis. (rom)










