Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk Versi CELIOS, Skornya Minus 159 Poin

JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terbawah dalam pemeringkatan kinerja menteri Kabinet Merah Putih versi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), dengan skor minus 159 poin.

Dalam laporan Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang dikutip pada Senin (12/10/2026), Bahlil berada di urutan terakhir, disusul Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dengan skor minus 158 poin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang memperoleh minus 103 poin.

Pemeringkatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi CELIOS terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran. Ketiga pejabat itu masuk dalam daftar 10 pejabat dengan skor terendah yang menurut lembaga tersebut perlu menjadi prioritas evaluasi.

Posisi Bahlil menjadi sorotan karena memperoleh skor paling rendah di antara nama-nama dalam daftar tersebut. Selisih nilainya dengan Pigai hanya satu poin, sedangkan skor Raja Juli terpaut 56 poin dari Bahlil.

Pada urutan keempat, terdapat Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono yang memperoleh skor minus 47 poin.

Posisi kelima ditempati Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan nilai minus 43 poin.

Berikutnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mencatat skor minus 24 poin.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf sama-sama memperoleh minus 17 poin.

Dua pejabat lainnya yang melengkapi daftar 10 besar skor terendah adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Keduanya masing-masing mencatat skor minus 16 poin.

Menurut CELIOS, skor negatif menunjukkan bahwa para pejabat tersebut lebih banyak menerima penilaian negatif dibandingkan penilaian positif.

Hasil pemeringkatan itu menjadi dasar rekomendasi agar kinerja mereka mendapat perhatian lebih dalam proses evaluasi.

Berlawanan dengan posisi Bahlil, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduduki peringkat pertama dalam pemeringkatan kinerja menteri versi CELIOS dengan skor 291 poin.

Posisi kedua ditempati Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 140 poin, sedangkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono berada di urutan ketiga dengan 127 poin.

CELIOS mencatat skor Purbaya lebih dari dua kali lipat nilai yang diperoleh Amran.

Setelah tiga peringkat teratas tersebut, skor para pejabat lainnya turun tajam ke kisaran dua digit.

Menurut laporan itu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hanya segelintir menteri yang kinerjanya benar-benar dikenal dan mendapat apresiasi publik.

Pemeringkatan tersebut merupakan hasil penilaian CELIOS dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

Dengan demikian, skor dan posisi para menteri perlu dipahami sebagai hasil penilaian lembaga tersebut, bukan sebagai evaluasi resmi pemerintah.