KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Antrean panjang kendaraan kembali menghiasi sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan konsumsi Pertalite yang naik hingga 11 persen akibat banyaknya pengendara yang beralih dari Pertamax.
Kesenjangan harga yang mencapai Rp5.000 per liter disinyalir menjadi alasan utama masyarakat berbondong-bondong memburu BBM bersubsidi tersebut.
Menanggapi situasi ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama tim pengendalian inflasi daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak ke SPBU Mergan pada Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ia menegaskan bahwa cadangan BBM di Kota Malang dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan.
“Tidak ada kelangkaan BBM. Kami melihat langsung stoknya, tangki juga selalu terisi, hampir penuh. Jadi, semua berjalan normal,” tegas Wahyu saat sidak.
Menurut Wahyu, antrean panjang di area SPBU murni disebabkan oleh perubahan perilaku konsumsi warga. Kenaikan permintaan Pertalite sebesar 11 persen berbanding terbalik dengan konsumsi Pertamax yang justru anjlok hingga kisaran 50 persen.
“Selisih harga Pertalite dan Pertamax cukup jauh. Akhirnya, kecenderungan masyarakat beralih ke Pertalite sehingga antreannya lebih panjang,” ujarnya menambahkan.
Merespons pergeseran pola konsumsi tersebut, pihak Pertamina bergerak cepat dengan menambah alokasi pengiriman harian. Sales Area Manager Malang, Angga Yudi Winataputra, menyebutkan bahwa volume penyaluran kini digenjot hingga 450 kiloliter (KL) per hari, dari yang biasanya berada di angka 300–340 KL.
Langkah ekstra ini diambil guna meredam lonjakan permintaan yang diproyeksikan terus naik sekitar 7 hingga 8 persen.
“Pasokan sudah kami tingkatkan menjadi 450 KL per hari. Stok terus kami penuhi dan kami pantau,” jelas Angga.
Perbedaan harga yang mencolok, di mana Pertamax dipatok Rp15.000 per liter sementara Pertalite bertahan di harga Rp10.000 per liter, membuat antrean di lajur Pertalite mengular, sedangkan dispenser Pertamax cenderung lengang.
Guna mengurai kemacetan antrean di area SPBU, Pertamina telah menyiapkan beberapa langkah taktis. Di antaranya menerapkan skema penjualan langsung, penataan operasional nozel, hingga memperketat pengawasan di lapangan.
Angga juga menjamin jika ada SPBU yang kehabisan stok sementara, armada pengangkut BBM pengganti sudah berada dalam perjalanan menuju lokasi.
Wahyu pun meminta warga Malang agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan BBM yang beredar di masyarakat, karena ketersediaan pasokan telah dipastikan aman oleh Pemkot Malang dan TPID.










