Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Polres Blitar Usut Keterlibatan Dua SPBU

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polres Blitar mendalami kemungkinan keterlibatan dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam kasus dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite di wilayah Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Penyelidikan ini dilakukan setelah polisi mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan modus mengumpulkan bahan bakar dari sejumlah SPBU untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi yang dilakukan MMS (40) warga Kecamatan Kademangan.

Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Selasa (27/10/2026), polisi mengamankan 1.030 liter BBM bersubsidi. Barang bukti terdiri dari 530 liter solar dan 500 liter pertalite.

Kapolres Blitar, AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga mendapatkan pasokan BBM dari dua SPBU di wilayah Kecamatan Kademangan. Modusnya, pelaku memodifikasi mobil dengan tangki tambahan di belakang jok penumpang. BBM itu kemudian dipindahkan ke jeriken sebelum dijual ke pembeli.

Polisi kini mendalami asal-usul BBM tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak SPBU dalam praktik yang dilakukan pelaku.

“Modusnya pelaku membeli BBM dari SPBU, kemudian dijual kembali. Untuk solar dijual Rp9 ribu per liter, sedangkan pertalite Rp11 ribu per liter,” ungkapnya, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, aktivitas tersebut diduga telah dijalankan pelaku sejak 2025. Dalam satu minggu, pelaku diperkirakan mampu mengumpulkan sekitar 1.000 liter BBM jenis solar dan pertalite.

Jumlah tersebut mengindikasikan adanya aktivitas pengumpulan BBM yang berlangsung secara rutin.

AKBP Ardhy menegaskan, penyelidikan terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain masih terus dilakukan. Polisi belum menyimpulkan adanya keterlibatan SPBU sebelum proses pendalaman dan pengumpulan bukti selesai.

"Polres Blitar masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap keseluruhan praktik tersebut, termasuk menelusuri sumber pasokan BBM dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat," pungkasnya. (ina/msn)