Antrean BBM di Sampang Masih Mengular, Kuota Pertalite hanya Ditambah 0,6 Persen

SAMPANG, BANGSAONLINE.com – Antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Sampang masih menjadi persoalan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

 Pemkab Sampang mengajukan tambahan kuota Pertalite sebesar 5 persen, tetapi pemerintah pusat hanya menyetujui penambahan sekitar 0,6 persen.

Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sampang, Abdi Barri Salam, mengatakan peningkatan kebutuhan Pertalite terjadi setelah konsumen beralih dari BBM nonsubsidi menyusul kenaikan harga.

"Sejak adanya kenaikan harga Pertamax, otomatis orang yang awalnya pakai Pertamax beralih ke Pertalite. Sehingga jumlah itu tidak bisa diantisipasi oleh kuota yang sudah ditetapkan di awal," kata Abdi, Senin (26/10/2026).

Pemkab Sampang telah mengajukan tambahan kuota Pertalite sebesar 5 persen. Namun, realisasi tambahan yang disetujui hanya sekitar 0,6 persen. Sementara itu, pengajuan tambahan kuota solar sebesar 5 persen justru berujung pada pemangkasan hampir 4 persen pada triwulan IV.

Menurut Abdi, kondisi tersebut semakin membebani penyaluran BBM bersubsidi.

Jumlah konsumen terus bertambah, sedangkan kuota yang tersedia tidak sebanding dengan peningkatan kebutuhan masyarakat.

"Kalau memang pemerintah pusat mau agar antrean ini berhenti, ya kuotanya ditambah, sehingga dari SPBU juga akan bertambah yang bisa dilayani," ujarnya.

Selain menambah kuota, Abdi menilai penurunan harga BBM nonsubsidi dapat menjadi alternatif untuk mengurangi tekanan terhadap konsumsi Pertalite. (van)