Antrean BBM di Jember Mengular, Bupati Fawait Siapkan Satgas Awasi Distribusi

JEMBER, BANGSAONLINE.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus untuk mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah tersebut diambil setelah gejolak distribusi BBM memicu kecemasan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menginisiasi rapat koordinasi lintas sektor untuk mematangkan pembentukan satgas tersebut.

“Tim gabungan ini diterjunkan untuk mengawasi alur distribusi sekaligus menindak tegas potensi praktik spekulasi maupun penimbunan oleh oknum tengkulak yang mencoba mencari keuntungan di tengah situasi ini,” ujarnya.

Pemkab Jember menyiapkan langkah hukum dan pengawasan ketat untuk mencegah pihak-pihak yang memanfaatkan kepanikan masyarakat demi kepentingan pribadi.

Selain itu, Pemkab Jember berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Pertamina untuk mengatur kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU agar kemacetan tidak semakin meluas.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jember juga berkaitan dengan dinamika distribusi energi nasional yang turut dirasakan daerah lain, termasuk Bali.

Pertamina memastikan pasokan dan kuota BBM untuk wilayah Jember tetap aman serta tidak mengalami pemangkasan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik global menjadi faktor utama penyesuaian rute dan perubahan jadwal kapal tanker pengangkut BBM. Kondisi tersebut berdampak pada ketepatan waktu distribusi di tingkat daerah.

Meski skema pengiriman perlu disesuaikan di lapangan, Pertamina menegaskan volume BBM yang dialokasikan untuk Kabupaten Jember tetap utuh. Namun, kepanikan masyarakat yang memicu pembelian berlebihan atau panic buying, ditambah peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite, semakin meningkatkan permintaan di SPBU.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kepadatan kendaraan terjadi di sejumlah SPBU strategis, antara lain di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kaliwates, Mangli, hingga Mastrip. Antrean sepeda motor, mobil pribadi, dan truk pengangkut barang bahkan meluber hingga memakan bahu jalan.

Kepadatan paling parah terlihat pada jalur pengisian BBM jenis Pertalite. Sejumlah pengendara dilaporkan harus mengantre selama 30 menit hingga lebih dari satu jam.

Samsul Hadi, warga Kecamatan Sumbersari, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menyita waktu produktif masyarakat yang hendak memulai aktivitas sejak pagi.

“Panjangnya barisan kendaraan membuat kami menyita waktu lebih lama untuk mendapat BBM, padahal pasokan ini sangat krusial guna menunjang rutinitas harian,” kata Samsul.

Keluhan serupa disampaikan Haryati, warga Kecamatan Ambulu. Ia berharap distribusi BBM segera kembali normal agar mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.

“Kami sangat berharap situasi ini cepat membaik. Antrean semacam ini jelas mengganggu kegiatan sehari-hari. Harapan kami adalah dapat memperoleh BBM dengan mudah seperti sediakala,” tutur Haryati.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Pemkab Jember bersama Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian.

Pemerintah memastikan pengawasan stok dan kelancaran distribusi terus dilakukan hingga kondisi di seluruh SPBU kembali normal. (yud/van)