PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Polres Pamekasan meningkatkan pengawasan di sejumlah SPBU menyusul antrean pembelian BBM jenis Solar dan Pertalite yang terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten Pamekasan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bersama para pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Kabupaten Pamekasan, Rabu (4/11/2026).
Wakapolres Pamekasan Kompol Hendry Soelistiawan mengatakan, rakor tersebut bertujuan menyerap informasi langsung dari lapangan sekaligus merumuskan solusi bersama untuk mengatasi antrean BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite.
Menurut Hendry, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan antrean belakangan ini dipicu sejumlah faktor. Di antaranya keterlambatan jadwal pengiriman BBM dari PT Pertamina serta meningkatnya jumlah konsumen.
Karena itu, Hendry menilai langkah antisipasi perlu segera dilakukan agar antrean tidak memicu kepanikan masyarakat atau panic buying maupun kemacetan lalu lintas.
"Kami telah menginstruksikan jajaran Polres hingga Polsek untuk meningkatkan patroli rutin ke titik-titik SPBU yang rawan mengalami antrean, serta meminta pengawas SPBU untuk menginformasikan jadwal kedatangan armada pengiriman BBM guna dilakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas," ucapnya.
Selain pengawasan antrean, Wakapolres juga mengingatkan pengelola SPBU agar menjalankan operasional sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
Salah satunya dengan tidak melayani pembelian BBM menggunakan jeriken tanpa disertai surat rekomendasi.
"Jangan sampai ada penyalahgunaan barcode mobil atau melayani pengisian saat SPBU sudah tutup, karena jika dilanggar pasti akan kami lakukan penindakan tegas," pungkasnya. (van)










