BANGSAONLINE.com - Perempuan dinilai memegang peran strategis dalam menentukan keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi. Selain menjadi isu kesetaraan sosial, keterlibatan perempuan kini dipandang sebagai faktor penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kajian ekonomi modern, partisipasi perempuan yang aktif di berbagai sektor dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat pembangunan. Dengan jumlah populasi yang hampir mencapai setengah dari total penduduk Indonesia, perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 28 Agustus 2026, jumlah penduduk perempuan di Indonesia mencapai sekitar 143 juta jiwa. Lima provinsi dengan jumlah penduduk perempuan terbanyak adalah Jawa Barat sebanyak 25,29 juta jiwa, Jawa Timur 21,25 juta jiwa, Jawa Tengah 19,20 juta jiwa, Sumatera Utara 7,95 juta jiwa, dan Banten 6,22 juta jiwa.
Besarnya jumlah perempuan usia produktif, yakni usia 15 hingga 64 tahun, dinilai menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain di sektor ekonomi, perempuan juga berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perempuan yang memiliki akses pendidikan dan kesejahteraan yang baik dinilai mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, berdaya saing, dan memiliki risiko stunting yang lebih rendah.
Di sisi lain, perempuan menjadi penggerak utama banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Kehadiran perempuan pada posisi kepemimpinan profesional juga dinilai mampu menghadirkan beragam perspektif, mendorong inovasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif sehingga mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan. (rom)










