BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan cadangan pangan pemerintah dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak El Nino berintensitas kuat.
Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 4,55 juta ton atau meningkat sekitar 200 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Amran mengatakan pemerintah telah melakukan langkah antisipasi sejak dua tahun lalu untuk menghadapi kemungkinan kekeringan akibat fenomena El Nino. Menurutnya, stok beras yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
"Insya Allah, kami sudah persiapkan 2 tahun sebelumnya mengantisipasi El Nino Godzilla. Stok kita banyak, masih melimpah. Stok (Cadangan Beras Pemerintah) kita 4,5 juta ton. Jadi aman," ujarnya.
Data Bapanas menunjukkan stok CBP pada Oktober 2023 berada di angka 1,51 juta ton. Dalam kurun dua tahun, jumlah tersebut meningkat menjadi 4,55 juta ton yang sebagian besar berasal dari hasil produksi beras dalam negeri.
Pemerintah juga memastikan penyerapan gabah petani untuk kebutuhan cadangan beras negara tidak mengurangi ruang usaha sektor swasta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang Januari hingga September 2026 diproyeksikan mencapai 28,39 juta ton.
Sementara itu, penyerapan pemerintah yang setara beras tercatat sekitar 4,1 juta ton atau 14,4 persen dari total proyeksi produksi nasional. Dengan demikian, produsen dan penggilingan beras swasta masih memiliki peluang besar untuk menyerap hasil panen petani.
Amran optimistis Indonesia dapat kembali mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan pada 2026. Optimisme tersebut didorong oleh mulai meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir tahun.
"Sekarang sudah mulai hujan. Jakarta sudah mulai hujan. Sulawesi, Maluku juga. Tinggal 2 bulan, insya Allah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo, Presiden kita yang kita cintai, (akan mencapai) swasembada berkelanjutan," katanya.
Sejalan dengan itu, BMKG memprediksi musim hujan mulai terjadi di 185 Zona Musim (ZOM) pada November 2026. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 266 ZOM pada Desember 2026, mencakup sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut musim hujan 2026/2027 secara umum diperkirakan berlangsung normal di sebagian besar wilayah Indonesia. Meski demikian, sejumlah wilayah masih perlu mewaspadai potensi curah hujan di atas maupun di bawah kondisi normal.
"Musim hujan 2026/2027 umumnya bersifat normal pada 510 ZOM (69,76 persen luas daratan Indonesia). Perlu menjadi perhatian bagi 147 ZOM (18,55 persen luas daratan Indonesia) karena sifatnya hujannya lebih basah serta hanya 42 ZOM (11,69 persen) diprediksi akan bersifat bawah normal atau lebih kering,” ucapnya.
Selain memperkuat cadangan beras, pemerintah juga menyiapkan stok pangan strategis lainnya. Bapanas mencatat cadangan jagung pakan mencapai 84 ribu ton, minyak goreng sebanyak 26 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food, serta daging ayam sebanyak 39 ton di bawah pengelolaan ID Food.
Untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah mengandalkan produksi dalam negeri. Bapanas optimistis pasokan komoditas tersebut tetap terjaga karena produksi nasional diperkirakan masih surplus dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat. (rom)










