BANGSAONLINE.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai penyerapan tenaga kerja formal di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, hingga Agustus 2026, proporsi pekerja di sektor informal masih mendominasi dibandingkan pekerja formal.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyebutkan bahwa pekerja informal mencapai 57,93 persen dari total penduduk bekerja. Sementara itu, proporsi tenaga kerja formal tercatat sebesar 42,07 persen.
“Proporsi pekerja informal masih lebih tinggi, saat ini proporsinya mencapai 57,93 persen. Berarti (tenaga) formalnya sekitar 42 persen,” ujarnya dalam keterangan pers Berita Resmi Statistik, Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, kondisi itu menunjukkan perlunya peningkatan penciptaan lapangan kerja formal guna memperluas kesempatan kerja dengan status pekerjaan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, penghitungan penduduk bekerja mengacu pada standar Organisasi Buruh Internasional (ILO). Dalam ketentuan dimaksud, seseorang dikategorikan bekerja apabila melakukan aktivitas untuk memperoleh penghasilan minimal satu jam dalam satu minggu.
“Selama memenuhi batasan minimal satu jam dalam seminggu, maka itu tetap sebagai pekerja. Akibat PHK tersebut pekerjaan tetap berada pada kelompok pekerjaan, tetapi mengalami perubahan dari perusahaan sebagai pekerja penuh waktu,” paparnya.
BPS juga mencatat bahwa pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) lalu beralih menjalankan usaha atau pekerjaan di sektor informal tetap masuk dalam kategori penduduk bekerja. Namun, status pekerjaannya berubah dari sektor formal menjadi informal.
Edy menilai, penurunan tingkat pengangguran tetap perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas pekerjaan yang tersedia agar masyarakat memperoleh perlindungan dan kepastian kerja yang lebih baik.
Data BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 turun menjadi 4,75 persen. Meski demikian, dominasi pekerja informal masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan sektor ketenagakerjaan nasional. (rom)










