Workshop Jurnalistik di Ponpes Al Ibrahimy Dorong Literasi dan Daya Kritis Santri

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Biro Pendidikan Pondok Pesantren Al Ibrahimy Sumurringin, Desa Bandung, Kecamatan Konang, menggelar workshop jurnalistik bagi para santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Darusy Syifa tersebut diikuti santri mukim maupun nonmukim. Workshop diselenggarakan sebagai upaya memperkuat budaya literasi, menumbuhkan daya pikir kritis, serta membekali santri dengan kemampuan jurnalistik di tengah perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital.

Hadir sebagai pemateri, jurnalis HARIAN BANGSA biro Bangkalan, Achmad Fauzi. Sementara kegiatan dipandu Kepala Biro Pendidikan Al Ibrahimy Sumurringin, Gus Luthfi.

Ketua panitia, Gus Luqman, mengatakan peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurut dia, berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka HSN diharapkan mampu meningkatkan kapasitas santri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Santri perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Luthfi menilai workshop jurnalistik mendapat respons positif dari para peserta. Ia menyebut kemampuan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan menulis, tetapi juga melatih santri untuk berpikir sistematis, mengamati persoalan, memverifikasi informasi, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Ia berharap, kegiatan ini mampu mendorong tumbuhnya budaya membaca dan menulis di lingkungan pesantren. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya tulis yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Achmad Fauzi menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi perkembangan era digital. Ia menilai santri memiliki modal keilmuan, karakter, dan nilai moral yang kuat, namun perlu didukung kemampuan literasi, berpikir kritis, serta keterampilan menulis.

Fauzi menjelaskan jurnalistik merupakan sarana untuk membangun kebiasaan membaca, mengamati fakta, melakukan verifikasi, serta menyusun informasi menjadi tulisan yang bernilai. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal penting bagi santri untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

“Santri harus mengambil peran dalam menyongsong generasi emas Indonesia. Jangan hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Santri harus mampu menjadi bagian dari penggerak bangsa melalui ilmu pengetahuan, gagasan, dan karya nyata,” paparnya.

Ia juga mengajak para santri untuk terus berlatih menulis dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai kebiasaan sehari-hari. Fauzi menyatakan, kemampuan menulis berkembang melalui proses belajar yang berkesinambungan dan konsistensi dalam membaca.

“Jangan pernah bosan menulis. Mulailah dari hal-hal sederhana yang kita lihat dan alami setiap hari. Menulis harus menjadi kebiasaan, bahkan menjadi bagian dari rutinitas. Dengan istiqamah membaca dan menulis, insyaallah kemampuan kita akan terus berkembang,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Al Ibrahimy Sumurringin berharap dapat melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki daya kritis, produktif berkarya, serta mampu menyampaikan gagasan dan informasi secara bertanggung jawab. (ida/mar)