KAI Group Layani 394 Juta Penumpang hingga September 2026, Naik 7,06 Persen

BANGSAONLINE.com - KAI Group melayani sebanyak 394.443.300 pelanggan di berbagai layanan transportasi sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah ini meningkat 7,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data itu disampaikan KAI pada Rabu (21/10/2026). Dari total pelanggan yang terlayani, KAI Commuter menjadi unit dengan jumlah pengguna terbesar, yakni mencapai 312.302.440 pelanggan atau tumbuh 6,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan keterhubungan antarmoda menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Menurutnya, kemudahan perpindahan antartransportasi membuat perjalanan pelanggan lebih efisien dan mudah direncanakan.

“Bagi pelanggan, yang terpenting adalah bisa sampai ke tujuan dengan perjalanan yang mudah direncanakan. Ada yang berangkat menggunakan kereta antarkota lalu melanjutkan dengan LRT, ada yang berpindah ke kereta bandara, dan ada pula yang menggunakan bus untuk menjangkau kawasan permukiman atau tempat bekerja. Pilihan seperti ini sudah tersedia di sejumlah kota dan membantu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari,” paparnya.

KAI mencatat layanan LRT Jabodebek melayani 24.702.905 pelanggan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini atau meningkat 18,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan kereta cepat Whoosh mengangkut 4.576.841 penumpang dan didukung integrasi transportasi melalui jembatan penghubung di Stasiun Halim serta layanan KA Feeder dari Stasiun Padalarang menuju Cimahi dan Bandung.

Anne menilai, integrasi layanan rel dan transportasi pendukung berperan penting dalam memperlancar aktivitas masyarakat. Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, misalnya, jumlah pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal mencapai 11.996.034 orang.

“Yogyakarta menjadi contoh menarik karena perjalanan antarkota, komuter, regional, dan bandara bertemu di kawasan yang sama. Pelanggan bisa datang dari kota lain dan melanjutkan perjalanan menuju Solo, Kutoarjo, atau bandara. Keterhubungan seperti ini membantu masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, termasuk untuk kegiatan pendidikan, perdagangan, dan pariwisata,” kata Anne.

Selain Yogyakarta, Daop 4 Semarang mencatat volume pelanggan sebanyak 10.949.458 orang yang didukung integrasi dengan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Sementara Daop 8 Surabaya melayani 9.738.167 pelanggan melalui dukungan angkutan pengumpan WiraWiri Suroboyo.

Di luar Pulau Jawa, LRT Sumatra Selatan mencatat layanan kepada 3.303.595 penumpang dengan dukungan delapan koridor Feeder Musi Emas. Adapun layanan KA Minangkabau Ekspres di Sumatra Barat diperkuat oleh fasilitas skybridge sepanjang 136 meter yang menghubungkan stasiun dengan terminal bandara.

Sementara itu, Executive VP Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun konektivitas transportasi yang terintegrasi. Sepanjang Januari hingga September 2026, Divre I Sumatra Utara tercatat melayani 4.123.614 pelanggan.

“Dari Halim yang menghubungkan Whoosh dan LRT, Yogyakarta yang memiliki empat kelompok layanan rel, Surabaya dengan angkutan pengumpannya, sampai Medan, Padang, dan Palembang yang terhubung dengan bandara, masyarakat sudah memiliki berbagai pilihan perjalanan," paparnya. 

"Harapannya, keterhubungan antarmoda yang tersedia dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan mobilitas sehari-hari di berbagai daerah,” sambungnya. (rom)