Peringati Hari Santri 2026, SMPN 1 Bangilan Gandeng PWI Tuban Edukasi Siswa Bijak Bermedsos

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di UPT SMP Negeri 1 Bangilan, Kabupaten Tuban, berlangsung secara khidmat di lapangan sekolah setempat pada Kamis (22/10/2026).

Ada hal yang berbeda pada gelaran HSN tahun ini. Pihak sekolah secara khusus menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban untuk memberikan edukasi mengenai etika dan cara bijak memanfaatkan media sosial kepada para murid.

Kepala UPT SMPN 1 Bangilan, Sunaji, menjelaskan bahwa langkah kolaboratif ini diambil sebagai bentuk adaptasi nilai-nilai perjuangan di era modern.

"Pada momen ini kami menggandeng PWI untuk berjihad memberi edukasi pada siswa terkait penggunaan media sosial," kata Sunaji.

Sunaji menekankan bahwa esensi jihad saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik menjadi perlawanan terhadap kebodohan, sekaligus benteng pertahanan moral bagi peserta didik di tengah gempuran teknologi dan globalisasi.

"Hari Santri adalah momentum emas untuk memperkuat fondasi karakter anak didik kita. Nilai kedisiplinan, kesederhanaan, serta akhlakul karimah yang diteladankan para ulama harus menyatu dalam jiwa siswa. Kita ingin melahirkan lulusan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual," ungkap Sunaji dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan awak media massa ini merupakan langkah proaktif sekolah untuk merespons maraknya penggunaan gawai di kalangan remaja sekaligus melindungi mereka dari bahaya di dunia maya.

"Jadi kami hadirkan PWI untuk ikut membentengi para siswa kami agar tidak salah menggunakan medsos," harapnya.

Dalam sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif, para jurnalis PWI Tuban membekali para siswa dengan kemampuan berpikir kritis dalam memilah informasi, mengenali berita bohong (hoaks), mencegah perundungan siber (cyberbullying), menjaga privasi dan rekam jejak digital, serta memahami payung hukum dalam mendistribusikan informasi di media sosial.

Ketua PWI Kabupaten Tuban, Suwandi, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan yang diinisiasi oleh SMPN 1 Bangilan tersebut.

"Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif kolaboratif yang diinisiasi oleh pihak sekolah. Edukasi jihad literasi digital menjadi investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi masa depan generasi muda," papar pria yang akrab disapa Wandi ini.

Menurutnya, tantangan terbesar anak muda di era digital saat ini bukanlah keterbatasan informasi, melainkan kemampuan dalam menyaring derasnya arus informasi. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi pers merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

"Sekolah berperan membentuk karakter individu, sementara insan pers bertanggung jawab mengedukasi masyarakat tentang etika informasi. Harapannya, kegiatan ini berlanjut. Siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen konten positif, kreatif, dan bertanggung jawab," pungkasnya.