Antisipasi Api Susulan, Kapolresta Malang Pantau Pemadaman TPA Supit Urang

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Penanganan kebakaran di TPA Supit Urang masih terus dilakukan meski kobaran api di permukaan mulai berkurang. Memasuki hari kelima, Minggu (25/10/2026), petugas fokus mengantisipasi potensi kebakaran susulan yang dipicu bara api di dalam tumpukan sampah.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, kembali meninjau lokasi kebakaran untuk memastikan proses pembasahan berjalan optimal. Peninjauan ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan dalam dua hari berturut-turut.

Usai melaksanakan Minggu Kasih di Gereja Katolik Ratu Rosari, Danang bersama Kalaksa BPBD Kota Malang langsung menuju TPA Supit Urang untuk memantau perkembangan penanganan di lapangan.

Danang menilai, menurunnya intensitas kobaran api di permukaan belum menunjukkan bahwa kebakaran telah sepenuhnya terkendali. Bara api yang masih tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah atau deep fire dinilai masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh. Semprotan air bertekanan tinggi diupayakan menembus hingga kedalaman tumpukan sampah agar bara api yang tersembunyi benar-benar dapat dipadamkan,” ucapnya.

Di lokasi kejadian, petugas terus melakukan penyemprotan air ke area yang terindikasi masih menyimpan panas. Selain itu, alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk melakukan penimbunan tanah pada sejumlah titik guna menutup bara api dan mengurangi risiko munculnya kobaran baru.

Pemantauan juga dilakukan terhadap persebaran titik panas serta arah angin yang berpengaruh terhadap proses penanganan. Saat peninjauan berlangsung, arah angin terpantau bergerak menuju wilayah barat dan utara Kota Malang.

Danang menekankan pentingnya koordinasi antara Polresta Malang Kota, BPBD, dan instansi terkait lainnya agar proses pembasahan serta pengendalian titik panas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurut dia, pemantauan langsung yang dilakukan selama dua hari terakhir bertujuan memastikan seluruh upaya pemadaman berjalan sesuai kebutuhan di lapangan hingga risiko kebakaran susulan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Memasuki hari kelima penanganan, strategi pembasahan dan penimbunan tanah masih menjadi langkah utama yang diterapkan petugas. Fokus penanganan kini tidak hanya pada api yang tampak di permukaan, tetapi juga memastikan bara yang tersembunyi di dalam tumpukan sampah tidak kembali berkembang dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar. (dad/mar)