PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Dini Rahmania, mengajak puluhan warga berbelanja di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, sebagai upaya mendukung aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Agenda tersebut membuat area dalam pasar yang biasanya sepi menjadi lebih ramai.
Dalam kegiatan itu, Dini bersama pengurus dan simpatisan partai berkeliling menyusuri lorong-lorong pasar serta membeli berbagai kebutuhan dari para pedagang. Sejumlah komoditas yang dibeli antara lain rempah-rempah, sayuran, buah-buahan, hingga pakaian anak.
Belanja bersama ini merupakan agenda yang telah dijalankan selama 2 tahun terakhir dengan tujuan membantu menggerakkan roda perekonomian pedagang pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo.
Antusiasme para pedagang terlihat saat rombongan memasuki area pasar. Mereka menawarkan berbagai dagangan kepada para pengunjung yang datang.
"Ayo, mbak Dini, barang saya dibeli. Ini ada sayuran segar dan pisang bagus-bagus," kata Siti, seorang pedagang sayur dan pisang.
Selain berbelanja, Dini juga menerima berbagai aspirasi dari pedagang terkait kondisi Pasar Semampir yang dinilai semakin sepi, terutama di bagian dalam pasar.
Salah seorang pedagang, H. Ja'i, mengaku aktivitas perdagangan di dalam pasar mengalami penurunan karena sebagian pedagang memilih berjualan di luar area pasar atau di tepi jalan.
"Saya bangga acara kayak ini, biasanya sepi sekarang rame. Biasanya, tiap hari sepi, ini karena ada pedagang diluar, sehingga korbannya pedagang yang didalam. Seharusnya, mereka harus didalam juga, karena kami tiap hari tetap bayar karcil (retribusi) Rp3 ribu per hari," paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Dini mengatakan kegiatan belanja bersama merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pasar tradisional sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 NasDem.
"Jadi, ini juga termasuk rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun partai Nasdem yang ke 15 tahun. Aslinya, harga hari ini naik. Tapi, tadi pedagang senang karena dibeli banyak orang," katanya.
Menurut dia, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional lain di Kabupaten Probolinggo, di antaranya Pasar Sukapura, Bantaran, Dringu, Maron, Leces, Lumbang, dan Paiton.
Dini juga mengaku menerima laporan mengenai banyaknya kios yang tutup dan berkurangnya jumlah pembeli di dalam pasar. Aspirasi tersebut, kata dia, akan diteruskan kepada pihak terkait agar mendapat perhatian pemerintah daerah.
"Tadi juga ada yang menyampaikan, jika banyak toko didalam pasar yang tutup. Ini berarti, mungkin karena tidak terjangkau oleh masyarakat untuk berbelanja," ucapnya.
"Mereka berharap pasar ini ramai kembali, kami juga nantinya akan menyampaikan keluhan sepinya pasar ini, mumpung disini juga ada anggota DPRD yang ikut, agar disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk menertibkan pedagang yang diluar sehingga bisa masuk ke dalam," pungkasnya. (ndi/mar)










