GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemkab Gresik mulai menguji coba program Piringku atau akronim dari Pemberian Makanan Khusus pada Lansia bagi warga lanjut usia tunggal kurang mampu di Kecamatan Ujungpangkah.
Program tersebut disiapkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan lansia yang hidup sendiri dan tidak memiliki pendamping perawatan. Melalui program percontohan itu, sebanyak 40 lansia menerima bantuan makanan siap konsumsi setiap hari.
Bantuan diberikan dalam bentuk makanan matang untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian penerima manfaat yang memiliki keterbatasan dalam menyiapkan makanan secara mandiri.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, Ummi Khoiroh, mengatakan bahwa program Piringku menyasar lansia berusia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri dan tidak memiliki keluarga maupun pihak lain yang merawat mereka secara rutin.
"Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik kepada lansia tunggal. Kami memberikan makanan yang sudah siap dikonsumsi untuk siang hari karena mereka sudah memiliki keterbatasan tenaga untuk memasak sendiri," ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Sebelum menerima bantuan, para lansia menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas puskesmas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan penerima manfaat, termasuk penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes, sehingga menu makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Menu yang diberikan terdiri atas karbohidrat, sayuran, dan lauk-pauk yang disusun berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan serta ahli gizi. Dengan demikian, kebutuhan gizi lansia diharapkan dapat terpenuhi secara tepat.
Saat ini, program Piringku masih berada pada tahap uji coba dan hanya dilaksanakan di Kecamatan Ujungpangkah. Program itu dijalankan selama 60 hari dengan distribusi makanan setiap hari kepada 40 penerima manfaat.
Ummi menyebut pelaksanaan program memperoleh respons positif dari masyarakat. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas pada tahun 2027 agar menjangkau lebih banyak lansia tunggal kurang mampu.
"Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan diperluas. Semoga para pengambil kebijakan, legislatif, serta tim anggaran dapat melihat manfaat program ini bagi masyarakat, khususnya para lansia," kata Ummi.
Selain memberikan bantuan makanan, pelaksanaan program juga melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas) setempat. Keterlibatan warga dilakukan dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Ketua Pokmas Mangrove Ujungpangkah, Husnul Hatimah, menjelaskan bahwa pihaknya memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga memasak dan distribusi.
"Untuk tenaga memasak, kami memberdayakan masyarakat dari beberapa desa. Mereka berkumpul untuk memasak bersama, dengan menu yang berbeda setiap harinya sesuai ketentuan ahli gizi," ucapnya.
Distribusi makanan dilakukan setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Pengiriman disesuaikan dengan lokasi tempat tinggal para lansia yang tersebar di berbagai desa di Kecamatan Ujungpangkah.
Husnul menambahkan, selama pelaksanaan program belum ditemukan kendala berarti. Ia berharap program tersebut dapat diteruskan karena masih banyak lansia yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.
Salah seorang penerima manfaat, Ndukurfiah (100), warga Desa Pangkahkulon, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan melalui program tersebut.
"Saya senang. Maturnuwun, sudah diberi makanan. alhamdulillah," tuturnya.
Ia diketahui tinggal seorang diri di rumah kontrakan, sementara anaknya bekerja di luar negeri. Bantuan makanan harian tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Melalui program percontohan Piringku, Pemkab Gresik berupaya mengembangkan model perlindungan sosial bagi lansia tunggal kurang mampu. Hasil pelaksanaan program akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan dan kemungkinan perluasan cakupan penerima manfaat pada tahun 2027. (hud/mar)










