KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri merilis perkembangan inflasi Oktober 2026 di sejumlah daerah yang masuk wilayah kerjanya, dengan harga komoditas pangan dan sektor transportasi menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga.
Pergerakan inflasi di kawasan tersebut menunjukkan perbedaan pemicu di setiap daerah, bergantung pada komoditas maupun kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan dan penurunan harga.
Kepala Seksi Kehumasan KPwBI Kediri, Andriyono Raharjo, mengatakan dinamika inflasi selama Oktober 2026 memperlihatkan variasi faktor pendorong utama di masing-masing daerah.
Di Kota Kediri, lanjut Andriyono, inflasi terutama dipicu kenaikan harga pada kelompok transportasi, khususnya tarif angkutan udara.
"Kendati demikian, laju inflasi di Kota Kediri berhasil ditahan oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seperti komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, serta semangka," kata Andriyono, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, inflasi di Kota Madiun dipengaruhi kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sejumlah komoditas yang menjadi pemicu utama meliputi cabai merah, pisang, tomat, dan cabai rawit.
"Selain itu, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran turut berkontribusi yang utamanya didukung oleh komoditas air kemasan," imbuhnya.
Adapun di Kabupaten Tulungagung, kenaikan harga bahan pangan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mendorong inflasi, terutama pada komoditas cabai merah, tomat, bawang merah, jeruk, dan ketimun. Namun, tekanan tersebut tertahan oleh deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
"Secara tahunan, inflasi di Kabupaten Tulungagung masih berada dalam rentang sasaran inflasi tahun 2026," ujar Andriyono. (uji/van)










