KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar Jambore Kesehatan Jiwa 2026 untuk meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta memberikan ruang bagi penyandang gangguan jiwa untuk menunjukkan bakat dan potensinya.
Kegiatan bertema "Dengarkan Suaranya, Pahami Keunikannya, Hadirkan Perubahannya" tersebut diikuti 390 peserta. Mereka terdiri atas 195 penyandang gangguan jiwa dan 195 pendamping.
Acara berlangsung di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (30/10/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, yang hadir mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan jambore tersebut merupakan langkah konkret untuk mendorong penyandang gangguan jiwa agar lebih percaya diri dan mampu mengembangkan potensinya.
"Bagaimanapun, mereka adalah saudara-saudara kita yang tidak boleh didiskriminasi. Mereka harus kita terima dan bantu untuk mandiri," ujar Ahmad Khotib.
Ia menyampaikan, dukungan dan sinergi berbagai pihak sangat diperlukan agar penyandang gangguan jiwa dapat diterima di tengah masyarakat tanpa stigma negatif maupun diskriminasi. Berdasarkan data saat ini, tercatat sebanyak 3.599 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Kediri.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa, Pemkab Kediri telah mendirikan 50 Posyandu Jiwa yang tersebar di 26 kecamatan.
Ahmad Khotib berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat membangkitkan semangat hidup para penyandang gangguan jiwa sehingga mereka mampu menjalani kehidupan secara mandiri dengan dukungan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Kesehatan Jiwa, Bambang Triyono Putro, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan motivasi keluarga serta kader kesehatan jiwa dalam memberikan pendampingan yang tepat.
"Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan kampanye kesehatan jiwa yang inklusif bagi masyarakat luas," imbuhnya. (uji/van)










