Cuaca Buruk Sebabkan Divert dan Pembatalan, Super Air Jet Dua Kali Gagal Mendarat di Bandara Dhoho

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Cuaca buruk berupa angin kencang membuat penerbangan Super Air Jet di Bandara Internasional Dhoho Kediri (DHX) mengalami penyesuaian operasional, Jumat (30/10/2026).

Pesawat Super Air Jet rute Jakarta–Kediri terpaksa dialihkan (divert) ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, setelah beberapa kali gagal mendarat. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada pembatalan penerbangan rute Kediri–Jakarta.

General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Teguh Pratomo, mengatakan pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 356 rute Jakarta (CGK)–Kediri (DHX) sempat beberapa kali melakukan go around saat proses pendekatan pendaratan (final approach).

"Berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan dan kondisi cuaca, pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan (divert) ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS) sebagai bandara alternatif," ujar Teguh Pratomo dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Teguh menjelaskan, setelah kondisi cuaca diperkirakan membaik, pesawat kembali melanjutkan penerbangan dari Denpasar menuju Kediri.

Namun, kondisi cuaca di sekitar bandara ternyata masih belum memungkinkan untuk dilakukan pendaratan dengan aman.

"Demi keselamatan seluruh penumpang dan kru, penerbangan terpaksa dialihkan kembali ke Denpasar untuk kedua kalinya," ujarnya.

Pengalihan penerbangan IU 356 tersebut berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan kembali. Super Air Jet IU 357 rute Kediri (DHX)–Jakarta (CGK) yang dijadwalkan berangkat pukul 12.35 WIB resmi dibatalkan oleh pihak maskapai.

Teguh mengatakan, pihak pengelola bandara memastikan maskapai telah menyiapkan hak-hak penumpang yang terdampak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Terkait penanganan penumpang terdampak, pihak maskapai menyediakan opsi pengembalian dana secara penuh (full refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) tanpa dikenakan biaya tambahan," kata Teguh.

Pihak Bandara Internasional Dhoho Kediri juga terus memantau kondisi cuaca secara berkala dengan berkoordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta pihak maskapai.

Selain pemantauan cuaca, pengelola bandara memastikan fasilitas dan personel layanan tetap dalam kondisi siaga untuk menghadapi perubahan kondisi operasional penerbangan.

"Masyarakat dan para pengguna jasa diimbau untuk selalu memeriksa status serta jadwal penerbangan terkini melalui kanal resmi maskapai sebelum berkunjung ke bandara.

Bagi calon penumpang yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan kebandarudaraan, pengelola menyediakan layanan pusat kontak resmi Bandara Internasional Dhoho Kediri melalui nomor telepon (0354) 2810200," pungkasnya. (uji/van)