BANGSAONLINE.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong pengembangan kecerdasan artifisial (AI) berbasis bahasa daerah sebagai upaya menghadirkan teknologi yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat lokal.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengajak generasi muda, perguruan tinggi, dan pelaku startup di Aceh untuk mengembangkan Large Language Model (LLM) berbasis Bahasa Aceh. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi daerah dalam pengembangan teknologi AI nasional.
Menurut dia, bahasa daerah memiliki karakteristik dan kekayaan budaya yang dapat menjadi fondasi dalam pengembangan model kecerdasan artifisial yang lebih kontekstual dan dekat dengan masyarakat.
“Saya mendambakan ada large language model bahasa Aceh. Bisa ya kita bikin ya bahasa Aceh? Karena itu sangat penting karena kita punya keunikan sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan AI berbasis bahasa lokal membuka peluang kolaborasi antara disiplin ilmu linguistik dan teknologi informasi. Kolaborasi tersebut dinilai mampu menghasilkan teknologi yang lebih adaptif terhadap pola pikir dan kebutuhan masyarakat.
“Linguistik dipadukan dengan computer science. Kemudian membuat artificial intelligence makin dekat dengan cara berpikir manusia,” ujarnya.
Nezar menjelaskan, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan cara berpikir suatu masyarakat. Karena itu, pengembangan model bahasa berbasis Bahasa Aceh berpotensi menghadirkan solusi digital yang lebih relevan bagi masyarakat setempat.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Komdigi berencana membuka Garuda Spark Innovation Hub di Banda Aceh. Program itu akan dijalankan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah sebagai pusat pelatihan, inovasi, dan pengembangan startup berbasis teknologi.
Fasilitas itu diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan berbagai solusi digital berbasis AI yang dapat diterapkan di berbagai sektor.
“Insyaallah akan kita buka bekerja sama dengan Wali Kota Banda Aceh. Kementerian Komdigi melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital akan membuka Garuda Spark di Aceh,” kata Wamenkomdigi.
Nezar menyebut, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pendidikan. Melalui pengembangan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan produk digital yang memberikan manfaat luas.
Ia menilai Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi digital karena didukung sumber daya manusia dan institusi pendidikan yang cukup kuat. Keberadaan perguruan tinggi dinilai dapat menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya inovasi baru di bidang kecerdasan artifisial.
Di sisi lain, Nezar menekankan pentingnya penguatan talenta digital untuk mendukung perkembangan teknologi nasional. Menurutnya, kebutuhan tenaga digital di Indonesia terus meningkat dan menjadi peluang bagi generasi muda dari berbagai latar belakang keilmuan.
Mahasiswa di bidang bahasa dan linguistik, lanjutnya, juga memiliki kesempatan besar untuk terlibat dalam pengembangan AI melalui penguasaan keterampilan teknologi yang relevan. (rom)










